Berita

Rizal Ramli

Politik

Rizal Ramli: Saya Salut Pada Jokowi, Tapi Menteri BUMN Enggak Jelas Sibuk Apa

SABTU, 21 OKTOBER 2017 | 08:31 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ekonom senior, Rizal Ramli, memberikan komentar atas prestasi dan kelemahan Pemerintahan Joko Widodo yang pada Jumat kemarin tepat berusia 3 tahun.

Menurut dia, sejak awal Jokowi memerintah, sudah ada tiga defisit yang terjadi yaitu current account, balance of payment dan anggaran. Tiga defisit itu terjadi karena masa pemerintahan sebelumnya tidak mengurus ekonomi makro dengan baik.  

"Masuknya (Jokowi) tidak beruntung, untuk kembalikan on track butuh waktu cukup lama," jelas Rizal.


Di sisi lain, Rizal tidak menutup mata terhadap prestasi Jokowi membangun infrastruktur di banyak tempat, terutama di luar Pulau Jawa dengan biaya rata-rata setengah dari biaya pemerintahan sebelumnya.

"Kalau ditanya prestasinya apa, tentu infrastruktur. Tidak bisa dibantah, dia membangun di banyak tempat, di luar Pulau Jawa dengan biaya rata-rata setengah dari pemerintah sebelumnya," ujar mantan Menko Perekonomian itu.

Dia akui, manfaat ekonomis pembangunan infrastruktur di luar Jawa baru terasa pada 5-10 tahun mendatang. Sedangkan, pembangunan infrastruktur di Jawa akan langsung terasa.

"Tapi itu pilihan Pak Jokowi ingin kurangi kesenjangan Jawa dan non Jawa agar tidak Jawa sentris yang sudah puluhan tahun, pindah ke Indonesia sentris. Itu saya angkat tangan, salut, dia komit terhadap itu," ungkap anggota panel ahli ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa itu.

Yang ia sayangkan, pemerintahan Jokowi tidak bisa keluar dari cara berpikir budget financing dalam melakukan pembangunan infrastruktur di Jawa.

Menurut Rizal, jelas saja pemerintah tidak punya cukup uang untuk infrastruktur, karena priorotas pertama pemerintah adalah pembayaran pokok dan bunga utang.

"Yang diumumkan cuma bunganya, pokoknya disembunyikan di pembiayaan, yang kalau digabung sangat besar, lebih dari Rp 500-an triliun. Prioritas kedua barulah pendidikan yang cukup besar, Rp 440 triliun, baru kemudian infrastruktur Rp 409 triliun, itu untuk tahun depan," urai Rizal.

Dia tegaskan, tidak mungkin pemerintah bisa membiayai pembangunan infrastruktur dengan beban utang yang sangat besar. Saran dia, pemerintah tidak lagi mengandalkan budget financing jika ingin melanjutkan pembangunan di Jawa.

"Kalau mau bangun infrastrutur jangan lagi andalkan budget, tetapi non budget financing. Kami anjurkan revaluasi aset, yang memang dilakukan. Walau hanya 16 BUMN yang ikut, aset naik hampir Rp 800 triliun, pajak bertambah Rp 32 triliun," tuturnya.

Rizal Ramli mengatakan, seandainya semua BUMN mengikuti saran revaluasi aset, maka aset negara bisa bertambah Rp 2500 triliun.

"Cuma menterinya, saya enggak jelas sibuk apa itu Menteri BUMN (Rini Soemarno). Faktanya BUMN merugi semua dan banyak yang gede-gede," tegur Rizal. [ald]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Nina Agustina Tinggalkan PDIP, lalu Gabung PSI

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:10

KPK Panggil Pimpinan DPRD Madiun Ali Masngudi

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:08

Bareskrim Serahkan Rp58 Miliar ke Negara Hasil Eksekusi Aset Judol

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:53

KPK Panggil Lima Orang terkait Korupsi Pemkab Lamteng, Siapa Saja?

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:26

Dua Pengacara S&P Law Office Dipanggil KPK

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:20

Legislator PKS: Bangsa yang Kuat Mampu Produksi Kebutuhan Pokok Sendiri

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:16

Perketat Pengawasan Transportasi Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:09

Evakuasi WNI dari Iran Harus Lewati Jalur Aman dari Serangan

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:02

BPKH Gelar Anugerah Jurnalistik 2026, Total Hadiah Rp120 Juta

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:01

TNI Tangani Terorisme Jadi Ancaman Kebebasan Sipil

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:00

Selengkapnya