Berita

Usman Hamid

Politik

Amnesty International Indonesia: Jokowi Belum Serius Tangani Kasus HAM Masa Lalu

JUMAT, 20 OKTOBER 2017 | 18:45 WIB | LAPORAN:

Amnesty International Indonesia menilai penuntasan kasus pelanggaran berat hak asasi manusia (HAM) tidak ditangani serius oleh pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, lebih terlihat upaya rekonsiliasi ketimbang mengungkap kebenaran.

Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengatakan, ada indikasi pemerintah tidak ingin tragedi politik 1965 diungkit untuk menemukan kebenaran. Masih ada sejumlah pejabat pemerintah yang terkesan menutupi segala usaha untuk mengungkap peristiwa pelanggaran HAM di masa lampau.


Tetapi, Usman yakin masih ada peluang untuk melanjutkan usaha menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM itu.

"Karena ketentuan hukumnya masih berlaku, misalnya TAP MPR 5/2000," ungkap Usman saat diwawancarai di Menteng, Jakarta, Jumat (20/10).

Mantan Koordinator Kontras itu berharap kasus-kasus pelanggaran HAM diselesaikan lewat pengungkapan kebenaran, permintaan maaf dan penegakan hukum.

Selain itu, menurutnya presiden telah berkali-kali menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan masalah ini baik melalui jalur yudisial, jalur hukum maupun jalur ekstra yudisial.

"Misalnya, melalui proses rekonsiliasi. Pada tahun 2015 presiden pernah menginstruksikan jajaran pemerintahan, khususnya sekretaris kabinet Andi Wijayanto, untuk menyiapkan sejumlah peraturan pemerintah yang isinya mencabut keputusan presiden yang berisi tentang perlakuan terhadap tahanan politik  golongan C pada tahun 2016," jelas Usman. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya