Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Bisnis

Jokowi Ingin Ekonomi Desa Bergerak Cepat

Kumpulkan Para Menteri
KAMIS, 19 OKTOBER 2017 | 09:03 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden Joko Widodo, kemarin, menggelar rapat terbatas (ratas) membahas optimalisasi dana desa di Istana Bogor. Seluruh menteri terkait hadir. Mereka antara lain, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Men­teri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Ketena­gakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono, Men­teri Pertanian Amran Sulai­man, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tert­inggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Jokowi meminta penga­wasan terhadap penggunaan dana desa diperkuat. Dia ingin dana desa benar-benar bisa di­manfaatkan untuk mengger­akkan perekonomian daerah sehingga bisa memberikan kontribusi untuk pertumbu­han ekonomi nasional.

"Kita ingin desa bisa berg­erak. Tidak kalah cepatnya dengan pergerakan pereko­nomian yang ada di kota," harap Jokowi.


Jokowi mengatakan, pagu anggaran dana desa tahun ini mencapai Rp 60 triliun. Jika dana tersebut dibagi rata ke­pada 74.910 desa yang ada di seluruh Indonesia maka setiap desa rata-rata mendapatkan Rp 740 juta sampai Rp 890 juta. "Ini adalah jumlah yang sangat besar, sangat besar, makanya perlu kita pastikan dana itu bisa berjalan optimal di lapangan," tegasnya.

Jokowi mengingatkan agar dana desa diprioritaskan un­tuk kegiatan yang produktif seperti membuka lapangan pekerjaan. Selain itu, dia meminta agar realisasinya di kawal agar masyarakat desa mendapatkan pendampingan dalam menentukan proyek.

Sebelumnya, Direktur Jen­deral Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Bo­ediarso Teguh Widodo me­nyoroti masalah alokasi dana desa. Menurutnya, saat ini formula distribusi dana desa perlu disempurnakan. Karena, pembagian dana dipukul rata baik desa yang kecil maupun besar. Seharusnya, desa yang luas atau memiliki banyak penduduk mendapat dana lebih besar sehingga tidak terjadi ketimpangan pemban­gunan. "Karena kalau alokasi dasar yang dibagi rata. Itu mau yang desanya besar, mau desanya kecil, mau desanya penduduknya banyak, mau desanya sedikit, nerimanya sama," pungkasnya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya