Berita

Foto: RMOL

Hukum

Pembuat Upal Kelompok Madura Sembunyi Di Dalam Gua Saat Ditangkap

RABU, 18 OKTOBER 2017 | 15:24 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Enam orang tersangka sindikat pembuat uang palsu kelompok Madura diamankan Direktorat Tindak Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri.

Enam tersangka, yakni S dan M sebagai pengedar, R yang merupakan istri dari I (pembuat upal) yang dibantu T (pembuat upal).

"Jadi ini Saudara I adalah residivis yang telah ditangkap tahun 2008 lalu, sudah divonis satu tahun penjara karena tertangkap sebagai pengedar," kata Dirtipideksus Brigjen Pol Agung Setya di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Rabu (18/10).


Awal mula polisi menangkap S dan M di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat. Dari tangan keduanya polisi menyita sebanyak 196 lembar uang palsu pecahan 100 ribu. Lalu polisi mendalami S dan M untuk mengetahui asal uang palsu tersebut.

Dari hasil pengembangan, polisi menangkap R sebagai orang yang menyerahkan uang palsu kepada S dan M di rumah mereka di Jalan Jaya Wijaya, Bangkalan, Madura. R mengaku mendapatkan uang dari I yang merupakan suaminya sendiri. I ditangkap oleh Polisi di Taman Nasional Baluran, Situbondo yang pada saat ditangkap tengah bersembunyi di dalam gua.

Beberapa barang bukti untuk membuat uang palsu seperti empat Computer Procesing Unit (CPU), enam mesin printer dan fotocopy, alat-alat sablon di antaranya cat dan tinta serta beberapa rim kertas dan dua unit en turut diamankan.[wid]



Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya