Berita

Dian Lestari Subekti Pertiwi/net

Hukum

Jadi Tersangka KPK, Kader PDIP Ini Bertugas Mencari Komisi

SELASA, 17 OKTOBER 2017 | 21:49 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi A DPRD Pemkot Kebumen, Dian Lestari Subekti Pertiwi diduga merupakan pihak yang berperan mencari komisi dalam pembahasan dan pengesahan anggaran proyek pada Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) dalam APBD-P Kabupaten Kebumen TA 2016.

Hal ini jugalah yang menjadi alasan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Dian sebagai tersangka keenam dari pengembangan kasus dari operasi tangkap tangan yang dilakukan tim KPK di daerah Kebumen beberapa waktu lalu.

"Jadi peran yang bersangkutan mengurus mencairkan komisi pada pihak yang menjadi pelaksana dari anggaran pokir (pokok pikiran) DPRD di komisi A itu," ujar Jurubicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (17/10).


Selain berperan mencari dana dari pihak lain, Dian juga menerima uang suap sebesar Rp 60 juta dari pihak swasta, Basikun Suwandin Andien (BSA) dan Hartoyo (HTY).

Suap itu sebagai bagian dari komisi pengadaan buku dari anggaran pokir DPRD Kabupaten Kebumen.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan lima orang tersangka pada Oktober 2016, yakni PNS Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen, Sigit Widodo (SGY); Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen tahun 2014-2019, Yudhi Tri Hartanto (YTH); dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen, Adi Pandoyo (AP). Serta dua swasta yang menjadi pihak pemberi suap.

Yudhi dan Dian diketahui sama-sama duduk di Badang Anggaran (Banggar) dan Komisi A yang mengurus bidang hukum dan pemerintahan.

Yudhi dan Sigit diduga menerima suap terkait proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kebumen dengan total nilai proyek Rp 4,8 miliar untuk pengadaan buku, alat peraga dan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

KPK menduga keduanya membuat kesepakatan dengan pengusaha dari Jakarta untuk mendapatkan proyek dengan imbalan 20 persen dari nilai Rp 4,8 miliar. Namun, kesepakatan yang terjadi adalah Rp 750 juta. [nes]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya