Berita

Foto/Net

Politik

Sekjen PKS Meneteskan Air Mata Di Kantor KPU

SABTU, 14 OKTOBER 2017 | 16:24 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sekertaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal meneteskan air mata sesaat setelah menyerahakan berkas persyaratan pencalonan Pemilu 2019 di kantor Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Sabtu (14/10).

Dia mengaku merasa terharu dan bangga atas kerja keras seluruh kader PKS di pusat maupun di tingkat daerah. Sehingga, atas perjuangan mereka, PKS resmi mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilu dengan menyerahkan lebih dari 2.800 kartu tanda anggota (KTA).

"Ini merupakan jerih payah bersama dari seluruh kader PKS. Saya ucapkan terima kasih, jazzakumullah khairan katsiran kepada seluruh kader dan simpatisasn PKS yang sudah berpartisipasi di seluruh wilayah dan pelosok Indonesia, mulai dari ujung Timur hingga ujung Barat," ujar Mustafa.


Menurut Mustafa, perjuangan para kader di daerah menjadi pemicu baginya untuk memberikan kinerja yang jauh lebih baik untuk partai. Karena menurut dia, mereka telah melewati tantangan alam, cuaca dan budaya untuk mengumpulkan data KTA seluruh kader PKS di pelosok Indonesia.

"Mereka bisa menempuh perjalanan yang panjang, dengan perahu, pesawat. Kemudian harus berjalan jauh ke pelosok-pelosok untuk mengumpulkan KTA. Setelah sampai ke kantor, mereka masih harus berkutat dengan komputer untuk segera menglekapi berkas pendaftaran. Ini mereka hanya pura-pura tidak mengantuk saja," ujar Mustafa sembari menepuk pundak salah satu kader PKS yang berasal dari Indonesia bagian Timur.

Selain mengucapkan rasa terima kasih, Mustafa juga mengajak kepada seluruh kader dan simpatisan PKS untuk bersama-sama merapihkan barisan untuk menghadapi Pemilu 2019.

"Mari kita luruskan kembali niat-niat kita, dan rapihkan barisan. Kita jadikan, momen pengumpulan KTA ini sebagai sebuah upaya konsolidasi dini, jangan ada yang mengeluh. Karena, kita bekerja untuk rakyat. Semakin banyak KTA yang kita dapatkan, maka semakin besar beban kita untuk mengaspirasikan kepentingan masyarakat," tutupnya dalam keterangan tertulisnya. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya