Berita

Pistol/net

Pertahanan

Polisi Yang Labil Jangan Diizinkan Pegang Senjata

SABTU, 14 OKTOBER 2017 | 00:40 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi III DPR Abdul Kadir Karding meminta Polri mengevaluasi izin memegang senjata api para personelnya secara berkala. Ia juga meminta persyaratan atas izin memegang senjata api ini diperketat agar dua kasus penembakan oleh anggota Polri beberapa hari lalu tak terulang lagi.

“Polri harus mengevaluasi para anggotanya, melalui tes psikologi secara berkala. Evaluasi itu terutama materi assessment bagi anggota Polri yang akan menempati jabatan maupun anggota yang dibekali senjata api,” kata Sekjen PKB ini, Jumat (13/10).

Menurut dia, anggota Polisi bisa sangat sehat fisik dan jiwanya saat baru bergabung di Kepolisian. Namun, kondisi tersebut bisa berubah oleh banyak faktor.


“Karena itu, berbahaya jika Polisi masih menanggung beban dan masalah secara pribadi. Kontrol harus terus berjalan," jelasnya.

Selain itu, lanjut Karding, Kepolisian perlu membangun sistem deteksi dini untuk memeriksa kondisi fisik dan jiwa masing-masing personal. Hasil evaluasi itu untuk menentukan, apakah seorang anggota layak dibekali senjata atau tidak.

“Jika seorang anggota dalam kondisi labil dan mudah emosi karena persoalan yang dihadapinya, senjata api yang ada padanya harus segera ditarik. Polri perlu menyediakan layanan konseling untuk memulihkan anggota tersebut sampai kondisinya bisa benar-benar stabil," sarannya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Rikwanto menyatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi penggunaan senjata api oleh anggotanya. Evaluasi akan dilakukan sebagai respons atas insiden penembakan tiga anggota Brimob di tempat penambangan Sarana Gas Trembul, Blora, Jawa Tengah, Selasa lalu.

“Setiap ada kejadian pasti kami evaluasi," kata Rikwanto di kampus Universitas Islam Negari Raden Fatah, Palembang, Rabu (11/10).

Tiga anggota Brimob yang menjadi korban adalah Brigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyanto (35), dan Brigadir Kepala Bambang Tejo (36). Di lokasi penembakan ditemukan senjata api tipe AK101.

Satu hari sebelum kejadian itu, Brigadir Dua Azan Fikri ditemukan tewas di dalam mobilnya di Tunggal Ilir, Kabupaten Musi Banyuasin. Terdapat luka tembak di bagian kepala anggota Kepolisian Resort Musi Banyuasin tersebut, dan tangan kanannya masih memegang pistol. Ia diduga bunuh diri.[san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya