Berita

Foto: RMOL

Hukum

Menhub BKS Dipanggil Penyidik KPK

JUMAT, 13 OKTOBER 2017 | 10:48 WIB | LAPORAN:

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (BKS) masuk jadwal pemeriksaan saksi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini (Jumat, 13/10).

Budi akan dimintai keterangan terkait kasus suap Dirjen Pergubungan Laut Antonius Tonny Budiono.

"Benar, hari ini kami memanggil Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk dimintai keterangan terkait kasus suap proyek di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut," kata Kepala Biro Humas Yuyuk Andriati kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (13/10).


Sedianya BKS akan dimintai keterangan untuk tersangka Adiputra Kurniawan selaku Komisaris PT Adhiguna Keruktama, pihak yang menyuap Antonius.

Selain Budi Karya, KPK juga memanggil kepala seksi promosi Direktorat pembinaan keselamatan Ditjen Perhubungan Darat, Sapril Immanuel Ginting; dua pihak swasta Susyawati dan Oskar Budiono; serta tersangka Adiputra Kurniawan.

Hingga laporan ini diberitakan belum ada tanda-tanda kedatangan BKS maupun saksi lainnya. Penjagaan di sekitar lobi KPK juga nampak seperti biasa. Hanya ada empat mobil kepolisian di depan gedung antirasuah.

Dalam kasus ini, Adiputra bersama dengan Dirjen Hubla telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Adiputra diduga telah menyuap Tonny.

KPK menangkap Tonny di Mess Perwira Dirjen Perhubungan Laut di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat pada 23 Agustus 2017. Ketika itu, KPK menemukan uang lebih dari Rp 20 miliar. Menurut KPK, dari jumlah tersebut, uang Rp 1,174 miliar yang berbentuk saldo di rekening bank merupakan suap yang diterima Tonny dari Adiputra.

Suap itu diduga terkait proyek pengerjaan pengerukan pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.[wid]


Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya