Berita

Effendi Simbolon-Kapolri/Net

Nusantara

Effendi Simbolon Apresiasi Kapolda Sumut Aktifkan Tim Anti Begal

KAMIS, 12 OKTOBER 2017 | 15:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Aksi begal dan maraknya perampokan di Sumatera Utara khususnya Kota Medan harus segera diberantas. Sebab jika dibiarkan berlarut-larut dapat mengganggu investasi dan laju perekonomian.

Menurut survei yang ada, tingkat kriminalitas di Medan sangat tinggi. Bahkan kota ini disebut paling tidak aman di negeri ini, mengalahkan Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar dan kota lainnya.

Anggota DPR RI Effendi Simbolon mengatakan selama ini Medan dikenal sebagai pusat perekonomian dan investasi Indonesia di luar Pulau Jawa. Menurutnya, prestasi itu harus dipertahankan bahkan dingkatkan.


"Jangan sampai direbut kota-kota lain yang sedang berusaha mengembangkan iklim investasinya lewat berbagai cara, termasuk dengan menekan kriminalitas untuk meningkatkan keamanan guna memikat investor," kata di Jakarta, Kamis (12/10).

Pihak kepolisian mencatat, khususnya di Medan telah terjadi 77 kasus begal sepanjang Januari sampai September 2017, dimana 62 kasus berhasil diungkap.

Namun, kasus begal itu tetap saja terjadi, sebagaimana sepekan lalu tiga warga Medan kembali menjadi korban aksi begal. Mereka adalah Wita Astuti (32 tahun) yang bekerja sebagai karyawan PT Ace Hardware, lalu seorang wiraswasta bernama Supriyanto (45 tahun), dan Lily (49 tahun) yang merupakan seorang guru SMAS Sutomo I. Ketiga korban mengalami luka parah bahkan ada yang patah tulang, sedangkan harta bendanya dilarikan para begal.

Para begal seolah tidak jera meski Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw sudah turun tangan menginstruksikan kepolisian di daerah ini untuk melakukan tindakan tegas terukur dalam memberantas para begal. Hasilnya, tiga orang terduga pelaku perampokan dan pembegalan terhadap dua driver angkutan berbasis daring (online) ditembak mati karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

Meski sudah dilakukan tindakan tegas, pembegalan tetap juga terjadi, karena itu Polda Sumut mengaktifkan kembali Tim Khusus Anti Begal untuk upaya pencegahaan dan pemberantasan tindak kriminal tersebut.

Effendi Simbolon memuji kebijakan tegas Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam memberantas kasus begal tersebut.  Tetapi, dia mengimbau, selain menumpas pembegalan, pihak kepolisian juga mesti mengejar sumber penyebab maraknya aksi  kriminal.  

Politisi PDIP yang mendapat banyak dukungan menjadi gubernur Sumut itu menambahkan, polisi juga harus mengedepankan hukum dalam pemberantasan aksi begal.

"Proses hukum perlu ditegakkan dengan membawa terduga pelaku begal ke pengadilan, kecuali dia tertangkap tangan melakukan kejahatan itu dan memberikan perlawanan terhadap petugas polisi yang hendak mengamankannya," tuturnya.

Soalnya, kata Effendi Simbolon, penegakan hukum yang tegas juga menjadi perhatian investor. "Penegakan hukum yang  sesuai  prosedur dan berkeadilan menjadi perhatian investor, karena mereka membutuhkan kepastian hukum dan jaminan keamanan dalam menjalan bisnis di daerah ini," ungkapnya.

Terpisah, pengamat hukum Sumut ‎Redyanto Sidi mengatakan ada dua faktor penyebab dan sekaligus menjadi tugas bagi pihak kepolisian untuk menciptakan kembali rasa aman dan nyaman. Dia mengemukakan, polisi harus meningkatkan kegiatan pemberantasan begal sekaligus menekan peredaran narkoba dengan segera menangkap para bandar pengedarnya.

"Itu sebabnya kita sangat mendukung tindakan Kapolda yang mengaktifkan kembali Tim Anti Begal, dengan begitu Sumatera Utara kembali aman sehingga kegiatan perekonomian meningkat," kata Redyanto.‎ [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya