Berita

Bachtiar Aly/Net

Indonesia Konsisten Jalankan Pembukaan UUD, Buktinya Diplomatik Dengan Israel Belum Dibuka

RABU, 11 OKTOBER 2017 | 14:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota MPR RI dari Fraksi Nasdem Prof. Bachtiar Aly mengutip pembukaan UUD NRI Tahun 1945 yang menyebut 'Kemerdekaan adalah Hak Setiap Bangsa'.

Amanat Pembukaan UUD pada alinea keempat tersebut dikatakan lebih dahulu ada ketimbang 'Declaration of Human Right' milik Amerika Serikat.

Demikian diungkapkan Bachtiar Aly saat memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Ibnu Khaldun, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/10).


Amanat Pembukaan UUD tersebut, menurut Bachtiar Aly, dijalankan secara konsisten oleh bangsa Indonesia.

"Bangsa Indonesia memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa di dunia," ujarnya.

Ia mencontohkan lewat Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955, banyak negara di Asia dan Afrika menjadi negara yang lepas dari penjajahan asing.

"Seluruh negara di Asia dan Afrika sekarang semuanya merdeka. Tinggal Palestina yang masih dijajah," ujarnya.

Meski demikian, menurut Bachtiar Aly, Indonesia terus memperjuangkan Palestina merdeka. "Buktinya sampai saat ini kita belum membuka hubungan diplomatik dengan Israel," lanjutnya.

Menjalankan amanat Pembukaan UUD, tidak hanya bagaimana memerdekakan sebuah bangsa terjajah menjadi merdeka namun dalam misi kemanusiaan, Indonesia, juga berperan aktif.

Pria asal Aceh itu mengatakan Indonesia membantu secara aktif penyelesaian krisis yang terjadi di Rohingya, Myanmar.

"Kita membantu mengatasi krisis kemanusiaan di Rohingya," papar Bachtiar Aly. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya