Berita

Foto/Net

Nusantara

Cak Imin Cawapres Ideal Di Mata Akademisi Sumbar

RABU, 11 OKTOBER 2017 | 09:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tokoh politik nasional Muhaimin Iskandar memiliki cukup pengalaman untuk diusung sebagai calon pemimpin Indonesia atau lebih tepat layak diusung menjadi calon wakil presiden 2019.

Kesimpulan tersebut mengemuka dalam diskusi di kalangan akademisi Sumatera Barat, di Kota Padang, belum lama ini. Cak Imin sapaan akrab Ketua Umum PKB itu dinilai adalah sosok yang tepat menjadi orang nomor dua di Indonesia.
 
Prof. Dr. Syahrial Bakhtiar, M.Pd mengatakan Cak Imin adalah sosok pemimpin yang sangai piawai dalam memimpin, hal ini terbukti dari rekam jejak Cak Imin yang mempunyai segudang pengalaman dalam memimpin di bangsa ini.


"Beliau sangat teruji dari segi kepemimpinannya, dari sisi kebangsaanya juga tidak kita ragukan lagi. Dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa dewasa ini, Cak Imin berhasil meberikan solusi berbagai masalah yang terjadi di bangsa ini," ujar Prof. Sahrial yang menajabat Wakil Rektor IV Universitas Negeri Padang ini.
 
Dikatanya lagi, Cak Imin adalah sosok yang sangat berpeluang menjadi pemimpin bangsa, ini dilihat dari sisi kebangsaan serta kebhinnekaan yang ada pada diri Cak Imin membuat peluang besar terbuka untuk dirinya.

"Ya, ditambah lagi saat ini dia memimpin partai yang terbilang bersih, serta tidak ada masalah juga selama ini," katanya.
 
Rektor Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Sumbar, Ir. Rudi Kusuma, MP. PhD mangatakan hal yang senada dengan itu. Cak Imin secara politik sangat berpengalaman, hal ini dibuktikan dengan telah berhasilnya Cak Imin dalam berbagai posisi di bidang politik.

"Berbicara tentang politik di negeri ini, Cak Imin tidak diragukan lagi, ia pernah menjadi anggota DPR RI beberapa periode. Tidak hanya itu, ia juga pernah menjabat sebagai menteri. Ini membuktikan kalau beliau sudah sangat matang dalam memimpin di negeri ini," kata Rudi.
 
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Ahmad Wira, M.Ag, PhD memandang Cak Imin dari sisi keagamaan dan akademis memang sudah pantas sebagai pemimpin di bangsa. Terakhir Cak Imin dianugrahi gelar Dotor HC.

"Dari sisi keagamaan dapat dilihat bahwa Cak Imin adalah sosok yang religius, santun serta memiliki nilai-nilai keislaman yang baik. Dari sisi politis kita sangat tahu, bagaimana seorang pemimpin yang muda bisa memimpin partai yang sangat besar, dan terbilang sukses dalam kepemimpinanya," kata Ahmad Wira.
 
Dr. Danil Chaniago menambahkan, Cak Imin adalah pemuda yang memiliki integritas yang jelas dan tidak diragukan lagi untuk menjadi seorang pemimpin.
 
"Sejauh ini tentang Cak Imin sendiri tidak diragukan baik dari segi bicaranya yang sangat hati-hati, saya juga bernah bertemu dengan beliau sewaktu masih aktif di organisasi pemuda dulu, Cak Imin ini sangat dikenal dengan aktivis semenjak mahasiswa," kata Danil yang baru dilantik beberapa waktu lalu jadi Wakil Dekan III Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang.

Sementara itu, pengamat hukum tata negara dari Universitas Ekasakti Padang, Dr. Otong Rosadi mengatakan bahwa Cak Imin memiliki pengalaman dan rekam jejak yang panjang baik di organisasi massa keislaman, partai politik, maupun karir kenegaraan yakni pernah menjabat sebagai wakil ketua DPR RI dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

"Muhaimin pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa," katanya. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya