Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

JELANG PILPRES 2019

Maju Lagi, Sama Saja Prabowo Izinkan Jokowi Dua Periode

SELASA, 10 OKTOBER 2017 | 11:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto disarankan sebaiknya tidak mencalonkan kembali pada Pilpres 2019. Mantan Danjen Kopassus itu lebih tepat jadi king maker.

Demikian pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio saat dihubungi redaksi, Selasa (10/10).

Kesuksesan Prabowo jadi king maker sudah terbukti, seperti pada Pilkada DKI Jakarta periode 2012-2017 dan periode 2017-2022.


"Prabowo sebaiknya tidak maju lagi. Dari sisi sejarah politik, Prabowo lebih berhasil menjadi king maker. Jokowi dan Anies (Pilkada DKI) yang didukungnya berhasil menjadi gubernur," ujar Hendri.

Prabowo sebaiknya menjadi inisiator tokoh politik nasional dengan mengajak para tokoh lain untuk memunculkan figur capres dan cawapres yang tepat sebagai penantang petahana Joko Widodo.

Jelas dia, tidak susah bagi Prabowo mencari dan memunculkan sosok baru karena Indonesia tidak kekurangan calon pemimpin.

"Menurut saya itu lebih pas. Ketimbang maju lagi, itu sama saja Probowo mengizinkan Jokowi dua periode," tukas Hendri.

Dalam waktu yang berdekatan tiga lembaga survei yaitu SMRC, Median dan KedaiKOPI merilis hasil survei terkait elektabilitas calon presiden menjelang Pilpres 2019.

Dalam rilis lembaga survei itu, elektabilitas Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto jauh di bawah petahana Joko Widodo.

Hasil survei SMRC: Jokowi 38,9 persen dan Prabowo 12,0 persen. Median: Jokowi 36,2 persen dan Prabowo 23,2 persen. KedaiKopi: Jokowi 44,9 persen dan selain Jokowi 48.9 persen.

Sebelumnya, CSIS juga merilis, elektabilitas Jokowi sebesar 50,9 persen sementara elektabiliatas Prabowo hanya 25,8 persen. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya