Berita

Ridwan Kamil/Net

Politik

Elektabilitas Ridwan Kamil Belum Cukup Untuk Jadi Matahari Tunggal Di Jabar

SABTU, 07 OKTOBER 2017 | 17:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Belum ada kandidat yang menjadi matahari tunggal di Pilgub Jawa Barat.

Begitu tegas Direktur Eksekutif Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia Toto Izul Fatah saat menjabarkan analisis hasil survei terbaru terkait dengan preferensi pemilih dalam Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang di Kota Bandung, Sabtu (7/10).  

Menurutnya, elektabilitas Ridwal Kamil (RK) yang sudah resmi diusung Nasdem, dalam berbagai simulasi survei, belum cukup perkasa karena masih di bawah 40 persen‎. Meski di satu sisi, Walikota Bandung ini memiliki elektabilitas tertinggi.
‎

‎
Dalam survei ini, ada banyak calon potensial alternatif untuk warga Jabar seperti politisi Demokrat Dede Yusuf (DY) yang mulai meroket dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (DM) yang mengalami trend kenaikan elektabilitas.

Sementara, Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar (Demiz) yang elektabilitasnya di atas DM masuk dalam kategori stagnan.

"Dalam berbagai simulasi, mulai dari 21 calon, 8 calon, hingga 4 calon,  posisi elektabilitas  RK memang konsisten di atas seluruh calon. Namun, belum mampu tembus di atas 50 persen apalagi 60 persen,  angka yang sering kita gunakan untuk menyebut perkasa atau matahari tunggal," ujarnya.

Dalam simulasi 21 calon misalnya, RK teratas tapi hanya memiliki elektabilitas 26,7 persen. Ia disusul Dede Yusuf 20,1 persen, Deddy Mizwar 19,2 persen, AA Gym 10,0 persen, Dedi Mulyadi 9,7 dan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum  5,1 persen.

"Sisanya, termasuk anggota DPR RI PDIP Rieke Diah Pitaloka  hanya 4,1 persen,"‎ pungkasnya.

Sementara  dalam simulasi 8 calon, RK masih yang paling tinggi dengan 29,6 persen, disusul Dedi Yusuf 24 persen, Demiz 19 persen, Dedi Mulyadi 11,1 persen, UU 7,1 persen dan Rieke 5,2 persen. sisanya di bawah 1 persen.

"Untuk simulasi  5 calon, RK 32 persen, DY 24,8 persen, Demiz 19,5 persen, DM 12,9 persen dan UU 7,8 persen.  Sementara untuk simulasi 4 calon, RK 34,2 persen, DY 28,3 persen, Demiz  21,6, DM 13,7 persen," sambung Toto.

Survei  dilakukan pada 22 hingga 29 September 2017 dengan menggunakan metode standard multi stage random sampling, dimana seluruh pemilih Jawa Barat dipilih secara random. Jumlah responden 440, dengan margin of error sebesar 4,8 persen‎. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya