Berita

THAAD/Net

Dunia

AS Jual Sistem Pertahanan THAAD Senilai 15 Miliar Dolar AS Ke Saudi

SABTU, 07 OKTOBER 2017 | 14:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Amerika Serikat menyetujui penjualan sistem pertahanan rudal Terminal Ketinggalan Tingkat Tinggi Tingkat Tinggi atau Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) ke Arab Saudi.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan bahwa kesepakatan senilai 15 juta dolar AS tersebut telah mendorong kepentingan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Penjualan sistem tersebut akan meningkatkan keamanan Saudi. Pengumuman tersebut disampaikan sehari setelah Arab Saudi sepakat untuk membeli sistem pertahanan udara dari Rusia.


Dikabarkan BBC, sistem THAAD buatan Amerika Serikat dapat menghancurkan rudal yang masuk pada ketinggian di luar atmosfer bumi, sehingga membuatnya sangat berguna dalam melawan rudal yang mungkin membawa hulu ledak nuklir.

Sistem THAAD sendiri diproduksi oleh perusahaan AS Lockheed Martin

Saat ini negara lain yang juga menggunakan sitem THAAD adalah Korea Selatan. Seoul menggunakan sistem tersebut untuk melindungi diri dari kemungkinan serangan rudal dari Korea Utara.

Namun banyak warga Korea Selatan keberatan, karena khawatir sistem tersebut justru akan menjadi target dan membahayakan nyawa orang-orang yang tinggal di dekat lokasi peluncurannya.

China juga menyuarakan penolakan terhadap sistem tersebut, dengan mengatakan hal itu akan mempengaruhi keseimbangan keamanan regional. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya