Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli Curiga Ada Menteri Antek Freeport

SABTU, 07 OKTOBER 2017 | 12:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dicurigai ada menteri antek Freeport yang bikin rusuh di balik alotnya proses divestasi saham Freeport dan lambatnya pemerintah melakukan negosiasi.

Hal itu disampaikan ekonom senior Rizal Ramli di sele-sela memberikan kuliah umum di FISIP Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, Jumat (6/10).

Jelas Rizal, intervensi antek Freeport dilakukan oleh menteri yang bikin rusuh tersebut.


"Saya curiga ada menteri-menteri yang menjadi antek Freeport di balik divestasi saham dimana pajak untuk Freeport diturunkan dan proses negosiasi terus dilakukan sehingga mengancam kerugian Pemerintah," kata Rizal.

Menurut mantan Menko Ekuin dan Menko Kemaritiman ini, pemerintah tidak perlu melakukan divestasi cukup menunggu kontrak karya habis pada tahun 2021. Dengan begitu sepenuhnya Tambang Grasberg akan diambil alih oleh pemerintah.

Freeport telah banyak melakukan wanprestasi mulai dari menyogok pejabat pemerinah, melakukan pengrusakan lingkungan, tidak melaksanakan kesepakatan membuat smelter, hingga membuat urusan divestasi saham berbelit-belit.

Dan berdasarkan kesepakatan kontrak karya kedua tahun 1996, Freeport harus sudah selesai melakukan divestasi 51 persen saham tapi belum lakukan.

"Maka sekarang semua tergantung pemerintah. Saran saya jika Freeport masih ngeyel terus, tidak perlu lakukan divestasi dan negosiasi, tunggu kontrak karyanya habis," tegas Rizal.

Ditambahkannya, ke depan setelah kontrak dengan PT Freeport Indonesia sepenuhnya habis, dia optimis Indonesia dapat mengelola Tambang Grasberg.

"Pengelolaannya harus oleh Indonesia, Freeport punya tanggung jawab untuk transfer teknologi ke Indonesia, kalau mereka tidak mau, kita bisa sewa teknologi dari perusahan tambang lain seperti, Rio Tinto dari Inggris," tutup Rizal. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya