Berita

12 Tahun PEPC/Pertamina

Bisnis

12 Tahun, Pertamina EP Cepu Terus Maksimalkan Kinerja

KAMIS, 05 OKTOBER 2017 | 19:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Hari jadi ke-12 PT Pertamina EP Cepu (PEPC) yang jatuh pada 14 September lalu diperingati dengan menggelar tasyakuran di ruang Yudhistira, gedung Patra Jasa, Jakarta. Acara dibuka oleh Dewan Komisaris PEPC yang diwakili oleh Doddy Priambodo.

“Saat ini PEPC merupakan salah satu anak perusahaan (AP) yang produksinya tertinggi di hulu, yakni mencapai angka 205.000 BOPD. Karena itu, kami sangat apresiasi atas capaian tersebut dan berharap dapat dipertahankan dan makin ditingkatkan, terutama dalam mengerjakan proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) ke depan,” ujarnya.

Selain hal itu, Doddy menyatakan kebanggaannya terhadap pekerja PEPC yang mampu menyejajarkan diri dengan mengadopsi hal-hal baik dari partner ExxonMobile.


“Semoga  insan PEPC dapat lebih baik dari mereka, dengan tetap fokus pada keselamatan kerja dan menjaga komitmen golden rules HSSE yang meliputi tiga hal, yaitu patuh, peduli dan intervensi,” tambah Doddy.

Sementara itu, Direktur Utama PEPC Adriansyah mengucapkan terima kasih atas kontribusi seluruh pekerja, jajaran Direksi dan mantan Direksi PEPC, serta stakeholder yang telah berkarya dan ikut berkembang bersama PEPC sejak 2005.

“Banyak tantangan dan rintangan yang telah kita lalui, ada beberapa hal yang membuat kita mundur sejenak, namun tetap semangat untuk terus ma­ju ke depan,” ujarnya.

Selain mengelola participating interest 45% di blok Cepu, salah satu visi PEPC adalah ingin menjadi role model pem­binaan sumber daya manusia (SDM) untuk transfer teknologi dan ingin menjadi role model world class company.

“Jadi, misi PEPC sebenarnya bukan hanya memproduksi hidrokarbon, tetapi kita adalah agent of change dari Pertamina terutama untuk pengelolaan aset di hulu,” ungkap Adriansyah.

Dalam acara itu, ia juga memaparkan sejarah berdirinya PEPC yang awalnya diperuntukkan  bagi pengembangan blok Cepu bersama dengan ExxonMobil, dengan wilayah kerja Bojonegoro, Tuban, dan Blora. PEPC berkembang sangat pesat terutama setelah Banyu Urip (BU) onstream pada awal 2016, produksi BU meningkat signifikan dari 72.000 BOPD di tahun 2015 menjadi 165.000 BOPD di tahun 2016, dan saat ini target yang dicanangkan 185.000 BOPD, namun sudah mencapai 208.000 BOPD.

Sejak 2013, PEPC ditunjuk sebagai operator pengembangan lapangan Jambaran dan Tiung Biru. Ia  mengajak seluruh manajemen PEPC mulai dari top Manajemen hingga level operator dan pihak stakeholder untuk sama-sama menyatukan tekad, berkontribusi, berkomitmen dengan semangat maksimal untuk membuat proyek JTB onstream di tahun 2020.

Tahun 2016, PEPC berhasil mem­bu­kukan laba bersih sebesar US$ 220.673.000, dan PEPC tercatat sebagai penyumbang laba terbesar ke dua di Direktorat Hulu Pertamina dengan tingkat efisiensi yang cukup baik. Bahkan pada Juli 2017, laba PEPC sudah mendekati angka US$ 200 juta, sehingga prediksi laba akhir tahun 2017 akan jauh lebih besar dari target yang dicanangkan.

“Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya dengan tetap mempertahankan tingkat produksi dan apresiasi atas effort efisiensi yang telah dilakukan di semua lini,” tuturnya.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng secara simbolis yang diserahkan oleh jajaran direksi dan komisaris PEPC kepada dua pekerja termuda  yang berasal dari fungsi SCM. Selain itu, tasyakuran juga diisi dengan  pertunjukan tari-tarian oleh ibu-ibu survivor kanker payudara dan donasi dalam rangka PEPC berbagi kasih.[san]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya