Berita

Eddy Kusuma Wijaya/Net

Politik

Pansus: Dugaan Korupsi Agus Rahardjo Dalam Penyelidikan Polri

KAMIS, 05 OKTOBER 2017 | 14:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pertemuan Pansus KPK dengan Polri di ruangan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Rabu (4/10) kemarin, turut untuk membahas laporan warga terkait dugaan korupsi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Eddy Kusuma Wijaya yang ikut dalam rombongan pansus, kepada wartawan, Kamis (5/10).

Eddy menjelaskan bahwa berdasarkan perbincangan tersebut, pihak Polri mengaku telah memproses laporan dugaan korupsi Agus Rahardjo sesuai dengan prosedur yang ada.


Saat ini kasus dugaan korupsi pengadaan IT di KPK senilai Rp 7,8 miliar itu masih dalam penyelidikan dan statusnya belum ditingkatkan ke penyidikan.

"Iya termasuk itu (laporan terhadap Agus Rahardjo), tapi mungkin itu istilahnya masih dalam lidik (penyelidikan), jadi belum sidik (penyidikan). Sehingga perlu mengumpulkan dulu bukti-bukti yang lain," tuturnya.

Polri, kata diam, masih mengumpulkan bukti-bukti permulaan untuk menaikan ke penyidikan sebelum menetapkan seseorang menjadi tersangka.

"Nanti kalau bukti-bukti permulaan sudah cukup kuat dan benar, baru langsung ke penyidikan," sambungnya.

Ketua KPK Agus Rahardjo dilaporkan oleh seseorang warga bernama Madun Hariyadi ke Bareskrim Polri terkait beberapa dugaan korupsi proyek pembangunan gedung lembaga anti rasuah dan pengadaan IT yang diduga merugikan negara milyaran rupiah.

Laporan tersebut mengenai dugaan korupsi pengadaan barang IT di KPK senilai Rp 7,8 miliar dan pembangunan ISS, BAS gedung baru KPK pada APBN tahun 2016 senilai Rp 25 milyar. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya