Berita

Foto: RMOL

Hukum

KPK Acak-acak Kantor Bapelda Konawe Utara

RABU, 04 OKTOBER 2017 | 19:43 WIB | LAPORAN:

Tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali lakukan penggeledahan di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Utara, Rabu (4/10).

Penggeledahan dilakukan di Kantor Bapelda terkait dengan kasus korupsi proses izin pertambangan nikel yang dilakukan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman.

"Kasus Konawe Utara, tim sampai hari ini masih berada di sana melakukan penggeledahan mulai pukul 9 pagi tadi waktu setempat sampai pukul 5 sore di kantor Bapelda Kabupaten Koawe Utara. Jadj ada satu lokasi yang kita geledah," kata Jurubicara KPK, Febri Diansyah di kantornya.


Dari penggeledahan itu, KPK menyita sejumlah dokumen terkait aspek perizinan lingkungan hidup. Proses selanjutnya, kata Febri, dokumen sitaan akan didalami oleh penyidik KPK.

Selain menggeledah Kantor Bapelda, KPK juga memeriksa enam orang saksi di Konawe Utara. Febri bilang, dalam waktu dekat penyidik akan mulai memeriksa sejumlah saksi dan tersangka di Gedung KPK, Jakarta, ketika tim satgas KPK telah kembali ke Jakarta.

"Di mulai oktober ini, ketika tim sudah sampai di Jakarta akan mulai dilakukan juga pemeriksaan saksi juga para tersangka," pungkas Febri.

Kerugian keuangan negara dalam korupsi di Konawe Utara ini disebut memiliki jumlah lebih besar dari korupsi KTP elektronik. Indikasi kerugian negara yang diterjadi pada kasus di Konawe Utara ini mencapai Rp 2,7 triliun, lebih besar dari korupsi e-KTP Rp 2,3 triliun.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebutkan kerugian negara itu berasal dari penjualan hasil produksi nikel yang diduga dilakukan Aswad.

"Indikasi kerugian negara Rp 2,7 triliun dari penjualan hasil produksi nikel yang diduga diperoleh akibat izin proses perizinan yang melawan hukum," ujar Saut Situmorang dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Selasa (3/10). [sam]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya