Berita

Pertahanan

Jokowi Diminta Ingatkan Militer yang Main di Ranah Polisi

SELASA, 03 OKTOBER 2017 | 22:41 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo harus mengingatkan militer yang ingin bermain ke ranah polisi, khususnya dalam memberantas terorisme.

Begitu dikatakan peneliti Puskamnas dari Universitas Bhayangkara, Juni Thamrin, dalam diskusi bertema Nasib RUU Terorisme di Media Center DPR, Selasa (3/10).

Menurut dia, bicara terorisme tidak bisa dilepaskan dari tindak kejahatan. Artinya, persoalan itu masuk ke ranah polisi untuk menanganinya.


"Nah, kalau ada keterlibatan militer di dalamnya itu hanya unsur perbantuan, maupun unsur yang sifatnya sangat adhoc," tegasnya.

Namun persoalannya, TNI sebagai saudara tua sebenarnya selama ini dan sudah berlangsung cukup lama memiliki arena bermain sendiri. Kemudian mereka memberikan previlege atau keuntungan baik secara individu maupun kelompok. Nah, menurut Juni, hal ini yang seharusnya dikembalikan kepada fungsinya.

Sebab, dia menambahkan, hampir semua negara sepengetahuannya fungsi militer untuk pertahanan ancaman dari luar. Kalau ancaman dari luar, militer  masuk dan bergerak.

"Karena sudah ada  UU-nya. Semua sudah lengkap tinggal dilaksanakan. Persoalannya adalah mau main di sana-sini. Kalau seperti ini harus disemprit. Dan yang harus menyempritnya itu Presiden. Menkopolhukam sebetulnya cukup, cuma agak kurang wibawa sekarang. Padahal dulunya Menko kita jagoan betul," demikian Juni. [sam]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya