Berita

Foto: RMOL

Politik

1.500 Kader PDIP Pangkalpinang Mundur Berjamaah

SELASA, 03 OKTOBER 2017 | 06:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pangkalpinang bergejolak.

Sebanyak 1.500 kader yang duduk di DPC, Pengurus Anak Cabang (PAC), dan ranting tahun kepengurusan 2015 hingga 2020 secara kompak menyatakan mundur.

Penegasan itu sebagaimana disampaikan puluhan perwakilan pengurus yang hadir memadati kantor sekretariat DPC PDIP Pangkalpinang pada saat jumpa pers, Senin (2/20) kemarin.


Tahkin yang menjadi jurubicara dalalam jumpa pers itu menjelaskan bahwa setidaknya ada enam PAC mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan. Alasannya demi penegakkan marwah PDIP Pangkalpinang.

Mantan Sekretaris PAC PDIP Taman Sari itu menjelaskan bahwa DPC PDIP Pangkalpinang kepemimpinan Abang Hertza telah sekarat dalam kepemimpinan. PAC, ranting hingga anak ranting sepakat tidak akan bekerjasama dengan pengurus partai pimpinan Abang Hertza lagi.

"Kami melihat partai sudah dimanfaatkan dia untuk kepentingan pribadi," kata Tahkin diamini oleh rekan kader lainnya, seperti dikutip RMOLBabel.

Pihaknya juga menyatakan siap melawan jika ada oknum yang membawa partai ini kepada kepentingan pribadi.

"Kita sudah melewati mekanisme partai, menyampaikan mosi tidak percaya terhadap pimpinan saat ini. Tidak pernah ditindaklanjuti, perbedaan pendapat diwarnai pergantian pengurus. Semoga ini menjadi perhatian DPP agar dapat segera membenahi PDIP, khususnya DPC Pangkalpinang," tandasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya