Berita

Raja Salman/Net

Dunia

Raja Salman Segera Kunjungi Rusia, Tanda Perubahan Sikap Soal Suriah?

SENIN, 02 OKTOBER 2017 | 18:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Raja Salman dari Arab Saudi dijadwalkan akan akan mengunjungi Rusia pada hari Kamis mendatang. Belum jelas soal agenda apa yang dibawa dalam kunjungan tersebut.

"Kami sedang menunggu kunjungan raja pada hari Kamis," kata pembantu senior Kremlin Yury Ushakov seperti dikutip oleh kantor berita TASS, Rusia awal pekan ini dan dimuat ulang Press TV.

Kunjungan ini mempertegas dugaan bahwa Riyadh akan menghadapi perubahan arus di Suriah. Riyadh telah mendukung militan yang berjuang untuk menggulingkan pemerintah pusat di Damaskus namun upaya tersebut telah mendapat pukulan keras dari serangkaian kemenangan yang menentukan yang telah dicapai oleh tentara Suriah dengan bantuan Rusia, Iran dan Hizbullah.


Turki, sekutu Saudi dalam kampanye melawan pemerintah Suriah, telah beralih ke Rusia, membantu mendirikan sejumlah zona de-eskalasi di Suriah dalam koordinasi dengan Moskow dan Teheran.

Selama bertahun-tahun, Riyadh dan kelompok militan yang didukungnya telah mendorong sebuah situasi yang tidak mempertimbangkan peran Presiden Bashar al-Assad di masa depan Suriah.

Tanda kedekatan Saudi dan Moskow sebelumnya terlihat pada September kemarin saat Arab Saudi menjadi tuan rumah Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov untuk kunjungan resmi pertama selama bertahun-tahun.

Bukan hanya itu, kunjungan Raja Salman ke Rusia juga dilakukan satu bulan sebelum produsen minyak OPEC dijadwalkan bertemu dengan negara-negara lain di luar kelompok untuk membahas perpanjangan pakta pemotongan output minyak mentah, yang telah membantu menopang harga.

Rusia dan Arab Saudi merupakan kunci kesepakatan pada 2017 untuk memangkas produksi sekitar 1,8 juta barel per hari selama enam bulan dan kemudian memperpanjangnya hingga Maret 2018. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya