Berita

Fahira Idris/Net

Politik

Agama dan Pancasila Resep Ampuh Halau Komunisme

MINGGU, 01 OKTOBER 2017 | 22:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

PKI dan ideologi komunis tidak akan bisa hinggap dan berkembang di NKRI, jika ajaran agama dan Pancasila dijadikan landasan dalam berpikir dan bertindak oleh masyarakat.

Begitu kata Ketua Komite III DPD Fahira Idris dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Minggu (1/10).

"Jika negara mulai dari para pemimpin dan rakyatnya sungguh-sungguh menjalankan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, maka ideologi komunis yang anti Tuhan tidak akan diterima. Sementara, jika nilai-nilai Pancasila dijalankan terutama oleh negara maka kesejahteraan rakyat akan terwujud. Di negara yang religius dan sejahtera, komunis tidak laku," jabarnya.


Fahira meminta kepada para pemimpin negeri yang tengah bertekad menjaga NKRI dari paham komunis untuk memberi teladan kepada seluruh rakyat. Caranya, lewat perilaku dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai religiusitas dan melahirkan kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila, terutama yang terkait dengan kemanusian dan keadilan sosial.

Menurutnya, komunis akan tumbuh subur di mana rakyat jauh dari nilai-nilai agama, penuh ketidakadilan, kemiskinan, pengangguran, dan terpampang nyata jurang kesenjangan atau ketimpangan ekonomi yang menganga. Rakyat yang mengalami kondisi-kondisi seperti ini akan mudah menerima ideologi berbahaya terutama komunisme.

"Artinya tugas negara untuk menghalau ideologi komunis sangat vital. Berikan rakyat teladan dan kesejahteraan, niscaya NKRI yang berideologi pancasila akan tetap berdiri tegak. Jangan beri sedikitpun pintu bagi komunis untuk berkembang. Karena apapun itu, komunis adalah racun bagi kemanusian, demokrasi dan hak asasi manusia (HAM)," pungkas Senator Jakarta ini. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya