Berita

Hinca Panjaitan/Net

Politik

Demokrat: TNI, Polri, dan BIN Jangan Ikut Masuk Ke Politik Kekuasaan!

MINGGU, 01 OKTOBER 2017 | 21:26 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Demokrat mendesak adanya penjelasan yang lengkap, terbuka, dan terkonsolidasi dari pemerintah mengenai impor senjata yang telah membuat ketegangan antar pimpinan Polri dan TNI.

Penjelasan yang diminta bukan penjelasan parsial dari masing-masing pihak, karena itu berpotensi membuat masyarakat bisa memiliki persepsi yang keliru.

Begitu bunyi pandangan Partai Demokrat tentang isu impor senjata dan ketegangan antara Polri dan TNI sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (1/10). Pernyataan Demokrat itu dilengkapi dengan tanda tangan Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan.


Demokrat yakin, tanpa adanya upaya yang serius dan nyata untuk mengembalikan kekompakan dan rasa saling percaya di antara TNI dan Polri, maka ketegangan yang terjadi saat ini bisa berkembang ke arah yang tidak baik.

"Karena rasa cintanya kepada pemerintah, TNI dan Polri, masyarakat juga ingin melihat langkah-langkah konkrit yang dilakukan pemerintah untuk memulihkan kekompakan kedua institusi tersebut," jelas Hinca.

Lebih lanjut, Hinca menjelaskan bahwa konflik dan perselisihan antara lembaga negara yang terjadi, termasuk antara TNI dan Polri, sering kali dikarenakan oleh faktor-faktor politik, utamanya adanya kepentingan politik yang berbeda.

Untuk itu, Demokrat mengimbau agar lembaga-lembaga negara, seperti TNI, Polri dan BIN tidak melibatkan diri dalam politik kekuasaan.

"Selama masih berdinas aktif, para Jenderal, Laksamana dan Marsekal, baik TNI, Polri dan BIN, tidak boleh tergoda dan melibatkan diri dalam politik kekuasaan," sambungnya.

Kepada para pemimpin politik, termasuk para pemimpin partai-partai politik, Demokrat mengimbau untuk tidak menarik para petinggi TNI, Polri dan BIN ke dalam politik kekuasaan, yang menguntungkan partai politik yang bersangkutan. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya