Berita

Zulkifli Hasan/Net

Ketua MPR Ajak Anak Muda Perbaiki Demokrasi

SABTU, 30 SEPTEMBER 2017 | 22:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyampaikan Orasi Kebangsaan di hadapan ratusan anggota dan pengurus PP Gerakan Pemuda Al Wasliyah, di Aula Gedung Museum Joang Menteng, Jakarta, Sabtu (30/9).

Pada kesempatan itu Zulkifli mengungkapkan bahwa yang seharusnya diperhatikan dan diperbincangkan bangsa saat ini adalah kepedulian anak muda melawan praktik politik uang yang merusak demokrasi.

"Ada banyak hal yang harus diperbaiki dalam demokrasi kita. Saya mengajak anak-anak muda termasuk Pemuda Al Wasliyah peduli lawan korupsi," ajaknya.


"Ingat ini dalam dua minggu, empat walikota dan dua Bupati kena tangkap KPK. Sebelumnya Gubernur kena OTT KPK, lebih banyak lagi jika dirunut ke belakang sudah sangat banyak, ini apa yang sebenarnya terjadi," ujar Zulkifli.

Dia menyimpulkan bahwa pelaku korupsi di Indonesia karena tidak menerapkan nilai-nilai demokrasi Pancasila dimana kedaulatan tertinggi di tangan rakyat.

"Jika semuanya bertujuan kepada kepentingan rakyat, maka tidak akan ada yang namanya pejabat kena OTT KPK," tegasnya.

Menurut Zulkifli, permasalahan korupsi berawal karena uang menjadi landasan utama untuk memperoleh kekuasaan dan jabatan.

"Jika kekuatan uang yang menjadi faktor utama yang menentukan seseorang untuk memegang kekuasaan atau jabatan, maka kedaulatan rakyat akan dinafikkan berganti dengan kepentingan pribadi atau golongan," imbuhnya.

Mengenai silang sengketa yang terjadi beberapa waktu ini, Zulkifli menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang sudah sangat khatam akan demokrasi dan toleransi.

Menurutnya, umat Islam Indonesia seperti NU, Muhammadiyah atau lainnya telah menjalankan kehidupan beragama sekaligus menerapkan nilai-nilai demokrasi.

Namun Zulkifli meyadari bahwa dalam fenomena riilnya di Tanah Air masih ada sebagian kecil masyarakat yang menerapkan fanatisme berlebih dan keras.

Dia percaya bahwa kondisi ini juga terjadi di dunia lain baik di Amerika maupun Eropa. Menurutnya kondisi ini berlaku di semua golongan bukan hanya agama tertentu.

“Ini yang harus diluruskan. Kesalahpahaman tersebut harus betul-betul diluruskan," tutup Zulkifli. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya