Berita

ISIS/Net

Dunia

700 WN Perancis Diperkirakan Tinggal Di Wilayah ISIS

SABTU, 30 SEPTEMBER 2017 | 16:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Diperkirakan ada sekitar 700 warga negara Perancis yang saat ini tinggal di wilayah yang dikuasai kelompok militan ISIS di Irak dan Suriah. Ironinya, sekitar 500 di antaranya adalah anak-anak, sebagian dari mereka lahir di situ.

Begitu keterangan dari seorang pejabat kantor Presiden Perancis anonim seperti dimuat Press TV akhir pekan ini.

Secara toral, sekitar dua ribu warga Perancis telah pergi ke dua negara tersebut. Sekitar 200 hingga 300 orang terbunuh di sana.


Bulan lalu, Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Collomb mengatakan bahwa 271 milisi ISIS telah kembali ke negara Eropa dari zona perang di Irak dan Suriah dan semuanya telah diselidiki oleh jaksa penuntut umum.

Dia juga memperingatkan bahwa ancaman serangan militan itu "sangat tinggi" di Prancis.

Prancis sendiri telah mengalami serangkaian serangan teroris dalam beberapa tahun terakhir. Hingga saat ini, kondisi di Perancis masih dalam keadaan darurat yang awalnya diberlakukan pada bulan November 2015.

Perancis juga merupakan anggota koalisi pimpinan AS yang telah melakukan serangan udara terhadap ISIS di Irak dan Suriah sejak tahun 2014 lalu. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya