Berita

Dunia

Walikota San Juan: Puerto Riko Sekarat

SABTU, 30 SEPTEMBER 2017 | 14:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Walikota San Juan yang merupakan salah satu wilayah paling parah terkena dampak dari badai Jose dan Maria mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak melakukan hal yang cukup untuk membantu mereka.

"Kami sekarat di sini," kata Carmen Yulín Cruz pada sebuah konferensi pers (Jumat, 30/9) seperti dimuat The Guardian.

"Saya tidak bisa membayangkan bahwa negara terbesar di dunia tidak dapat mengetahui logistik untuk sebuah pulau kecil yang jaraknya 100 mil dengan jarak 35 mil," sambungnya.


Cruz melontarkan permohonannya kepada Trump untuk mengambil tindakan lebih untuk membantu.

"Jadi, Tuan Trump, saya memohon Anda untuk mengambil alih dan menyelamatkan nyawa. Bagaimanapun, itu adalah salah satu prinsip pendirian Amerika Serikat. Jika tidak, dunia akan melihat bagaimana kita diperlakukan bukan sebagai warga kelas dua tapi sebagai hewan yang bisa dibuang," tambahnya.

Pasca badai, situasi di Puerto Riko masih kacau karena warga menghadapi kekurangan makanan, air dan bahan bakar. Jaringan listrik rusak parah oleh dua badai, membuat banyak orang hidup tanpa pasokan listrik dan bergantung pada generator bertenaga gas

Bukan hanya itu, badai juga melumpuhkan pabrik pengolahan limbah dan air. Pohon yang tumbang serta puing bangunan yang hancur juga memblokir jalan. Sambungan telepon dan ponsel pun masih terbatas. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya