Berita

Kondisi di Yaman/BBC

Global

PBB Siap Kirim Tim Penyidik Kejahatan Perang Ke Yaman

SABTU, 30 SEPTEMBER 2017 | 14:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

PBB sepakat untuk mengirim penyidik ​​kejahatan perang ke Yaman demi memeriksa dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh semua pihak dalam perang saudara di negara tersebut.

Keputusan itu diambil Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang kemudian mengadopsi sebuah resolusi untuk membentuk sekelompok ahli terkemuka di Jenewa pada Jumat (30/9).

Keputusan itu, seperti dikabarkan BBC, juga merupakan hasil kompromi antara kekuatan Barat dan sekelompok negara Arab, tak terkecuali Arab Saudi.


Berdasarkan keputusan tersebut, sekelompok pakar internasional dan regional terkemuka akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua dugaan pelanggaran hak asasi manusia internasional dan bidang hukum internasional lainnya yang sesuai dan berlaku di Yaman.

Pakar-pakar tersebut akan menetapkan fakta dan keadaan seputar dugaan pelanggaran yang terjadi di Yaman. Bahkan jika memungkinkan, mereka akan mampu mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggungjawab.

Kondisi di Yaman memprihatinkan dan mencuri perhatian dunia. Pasalnya, lebih dari 8.530 orang terbunuh sejak konflik pecah Maret 2015 lalu. 60 persen di antara mereka adalah warga sipil. Di waktu yang sama, 48.800 orang Yaman juga diketahui terluka.

Konflik tersebut juga telah menyebabkan 20,7 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan, menciptakan keadaan darurat keamanan pangan terbesar di dunia, dan menyebabkan wabah kolera yang diyakini telah mempengaruhi 700.000 orang sejak April lalu. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya