Berita

Jadwal penerbangan/BBC

Global

Irak Putus Sementara Penerbangan Internasional Ke Wilayah Kurdistan

SABTU, 30 SEPTEMBER 2017 | 13:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Pusat Irak memutuskan untuk menangguhkan penerbangan internasinal dari dan ke wilayah Kurdistan pekan ini.

Langkah itu diambil menyusul adanya tekanan yang meningkat pasca referendum kemerdekaan hari hari Senin.

Namun demikian, seperti dikabarkan BBC, penerbangan domestik masih diizinkan meski dibatasi dan penerbangan kemanusiaan, militer dan diplomatik juga masih diperbolehkan.


Pemerintah Irak memutuskan bahwa pemutusan itu dilakukan hingga pihak Kurdi mau menyerahkan kendali atas bandara Irbil dan Sulaimaniya.

Pemerintah Kurdistan menolak permintaan Baghdad dan menyebut keputusan tersebut ilegal.

Referendum Kurdistan awal pekan ini menunjukkan 92 persen pemilih mendukung pemisahan diri Kurdistan. Namun Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi menginginkan referendum tersebut dibatalkan karena dinilai tidak sah.

Pemimpin Kurdi bersikeras bahwa referendum itu sah dan mereka sekarang memiliki mandat untuk memulai perundingan dengan Baghdad dan negara-negara tetangga.

Sebagai informasi, suku Kurdi adalah kelompok etnis terbesar keempat di Timur Tengah namun mereka tidak memiliki negara.

Di Irak sendiri, suku Kurdi membentuk sekitar 15 hingga 20 persen dari total populasi 37 juta jiwa. Kurdi menghadapi penindasan selama bertahun-tahun sebelum memperoleh otonomi pada tahun 1991. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya