Berita

Ilustrasi bendera AS/Net

Global

Gara-gara Serangan Misterius, AS Tarik Sebagian Besar Staf Diplomatik Dari Kuba

SABTU, 30 SEPTEMBER 2017 | 12:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat menarik sebagian besar stafnya dari Kedutaan Besar AS di Kuba pekan ini. Langkah itu diambil dengan dalih sebagai alasan atas serangan misterius yang membuat para diplomat AS tidak sehat.

Mereka yang ditarik pulang oleh pemerintah AS adalah semua staf non-esensial di Kedubes AS di Havana beserta anggota mereka. Hanya petugas darurat yang tetap berada di Kedubes dan disiagakan di lokasi.

Selain menarik staf diplomatik, AS juga menunda pemrosesan visa Kuba tanpa batas waktu serta memperingatkan warga AS untuk tidak mengunjungi negara tersebut karena beberapa serangan terjadi di hotel.


Serangan misterius yang menjadi alasan dari tindakan AS itu merujuk pada laporan 21 staf Kedubes AS di Havana yang mengaku mengalami masalah kesehatan, mulai dari trauma otak ringan hingga tuli, pusing dan mual.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson mengatakan bahwa kedua negara akan terus bekerja sama dalam menyelidiki serangan tersebut dan mengatakan hubungan diplomatik akan dipertahankan.

Sebelumnya adalah laporan yang menyebutkan bahwa masalah itu disebabkan oleh serangan sonik. Namun Kuba membantah tuduhan tersebut. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya