Berita

Warga Rohingya/Net

Global

60 Warga Rohingya Tewas Saat Kabur Dari Myanmar

SABTU, 30 SEPTEMBER 2017 | 11:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Insiden kapal terbalik di lautan Myanmar kemarin, telah menewaskan sekitar 60 orang tewas.

Menurut keterangan PBB akhir pekan ini, mereka yang tewas adalah warga Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar serta terbuang dari Bangladesh.

PBB merilis laporan yang menyebut bahwa sejauh ini baru ada 23 jasad yang ditemukan, dan sekitar 40 lainnya masih menghilang dan diprediksi tewas tenggelam. Anak-anak termasuk di antara mereka yang tewas.


Mereka tewas dalam perjalanan menuju Bangladesh demi menghindari kekerasan militer di Rakhine, Myanmar. Warga Rohingya yang melarikan diri dari Rakhine seringkali melintasi sungai Naf yang membentuk perbatasan atau ke pantai dengan kapal tidak layak.

Kekerasan di Rakhine sendiri meletus pada tanggal 25 Agustus ketika gerilyawan Rohingya menyerang pos keamanan, memicu tindakan militer. Sejak saat itu, lebih dari setengah juta warga Rohingya yang tidak diakui di Myanmar telah melarikan diri ke Bangladesh.

Mereka yang telah melarikan diri menuduh militer Myanmar telah melakukan kampanye pembunuhan dan pembakaran desa yang brutal untuk mengusir mereka. Militer menolak tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa pihaknya menargetkan militan Rohingya, dan bukan seluruh warga Rohingya.

Juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi Joel Millman mengatakan bahwa menurut keterangan dari korban selamat, kapal yang terbalik itu membawa sekitar 80 orang.  

"Korban selamat digambarkan berada di laut semalaman, tidak memiliki makanan," katanya seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya