Berita

Spesies laut/Net

Dunia

Tsunami 2011, Ratusan Spesies Laut Jepang Tersapu Hingga Ke AS

JUMAT, 29 SEPTEMBER 2017 | 19:12 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Para ilmuwan mendeteksi ada ratusan spesies laut Jepang di pantai Amerika Serikat. Hal itu disebabkan oleh sapuaan tsunami mematikan 2011 lalu.

Di antara spesies-spesies laut yang ditemukan itu adalah kerang, bintang laut dan masih banyak spesienkecil dan besar lainnya melintas di perairan.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science itu disebutkan bahwa gempa dahsyat yang mengguncang Jepang pada bulan Maret 2011 memicu tsunami besar yang mencapai ketinggian hampir 39 meter di pantai Tōhoku Honshu.


Gelombang yang menjulang tinggi membasuh ratusan benda ke laut, mulai dari potongan kecil plastik hingga kapal nelayan dan dermaga.

Setahun kemudian, para ilmuwan mulai menemukan puing-puing tsunami dengan makhluk hidup masih menempel berada di tepi Hawaii dan pantai barat AS dari Alaska sampai ke California.

"Sebagian besar spesies tersebut belum pernah ada sebelumnya di radar kami saat diangkut melintasi lautan pada puing-puing laut," kata penulis utama Prof James Carlton, dari Williams College dan Mystic Seaport seperti dimuat BBC.

"Banyak puing-puing masih di luar sana dan bisa jadi beberapa dari spesies Jepang ini akan tetap ada. Saya tidak akan terkejut jika kapal nelayan Jepang kecil yang hilang pada 2011 akan hadir 10 tahun setelah kejadian tersebut," sambungnya.

Tim peneliti telah mendeteksi 289 spesies yang berbeda sejauh ini. Kerang adalah yang paling umum, tapi ada juga kepiting, kerang dan bintang laut.

Para ilmuwan mengatakan bahwa banyak spesies lain kemungkinan melakukan perjalanan dan sejauh ini lolos dari deteksi.

"Ketika kami pertama kali melihat spesies dari Jepang tiba di Oregon, kami terkejut. Kami tidak pernah berpikir mereka bisa hidup selama ini, di bawah kondisi yang sangat sulit," kata rekan penulis John Chapman dari Oregon State University.

"Tidak akan mengejutkan saya jika ada spesies dari Jepang yang berada di luar sana tinggal di sepanjang pantai Oregon," sambungnya.

Elemen kunci yang telah membuat ini mungkin terjadi menurut semua ilmuwan yang terlibat adalah kehadiran plastik, kaca serat dan produk lainnya yang tidak membusuk. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya