Berita

Warga Rohingya/Net

Dunia

Kapal Terbalik, 50 Pengungsi Rohingnya Belum Ditemukan

JUMAT, 29 SEPTEMBER 2017 | 17:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lebih dari 50 pengungsi Rohingya dari Myanmar hilang dan 20 lainnya ditemukan tewas setelah kapal mereka terbalik di laut lepas Bangladesh pada Kamis malam (28/9).

Dalam insiden tersebut, seperti dimuat Reuters, para pengungsi tersebut berupaya untuk melarikan diri dari sebuah kampanye militer Myanmar.

Militer Myanmar diketahui melancarkan serangan menyapu dalam menanggapi serangan terkoordinasi terhadap pasukan keamanan oleh gerilyawan Rohingya di utara Negara Bagian Rakhine pada 25 Agustus.


Pengungsi yang tiba di Myanmar telah menceritakan serangan dan pembakaran oleh tentara dan warga Budha yang bertujuan mengusir Rohingya.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa kekerasan tersebut merupakan keadaan darurat dan mimpi buruk kemanusiaan dan hak asasi manusia.

Sementara itu pejabat perbatasan Bangladesh mengatakan lebih banyak pengungsi telah tiba selama satu atau dua hari terakhir. Kelompok bantuan mengatakan bahwa 502.000 pengungsi telah tiba di Bangladesh sejak akhir Agustus. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya