Berita

Pasca insiden desak-desakan/AP

Dunia

Insiden Desak-desakan, 22 Orang Tewas Di India

JUMAT, 29 SEPTEMBER 2017 | 17:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sedikitnya 22 orang tewas dan 27 lainnya luka-luka dalam insiden desak-desakan yang terjadi di sebuah jembatan pejalan kaki yang menghubungkan dua stasiun kereta api di Mumbai pagi tadi (Jumat, 29/9).

Belum jelas bagaimana insiden tersebut bisa terjadi. Namun, desak-desakan terjadi di atas jembatan dan tangga yang dinaiki jembatan tersebut. Menyebabkan beberapa penumpang berhenti di pagar dan bahkan banyak yang jatuh dan terinjak.

Seorang penyelamat mengatakan kepada penyiar TV India NDTV dan dimuat ulang Associated Press, insiden desak-desakan itu membuat puluhan orang terjebak di lorong sempit, memaksa regu penyelamat untuk mematahkan pagar untuk menarik orang keluar.


Petugas polisi Mumbai Gansham Patel mengatakan bahwa ketika jatuh di atas jembatan beton, orang-orang di kerumunan panik membayangkan langit-langit runtuh dan melonjak maju untuk melarikan diri.

Bukan hanya itu, di atas jembatan juga tidak sedikit penjual yang menjajakan barang dagangan mereka. Jembatan itu sendiri memang jembatan ramai karena menghubungkan stasiun Elphinstone dan Parel.

Bila hujan turun, jembatan juga biasanya lebih ramai dari biasanya karena banyak orang mencari perlindungan dari hujan di bawah kanopi dan jembatan.

Tak lama setelah insiden tersebut, Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka yang terbunuh. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya