Berita

Tom Price/BBC

Dunia

Menkes AS Minta Maaf Gunakan Pesawat Pribadi Untuk Perjalanan Dinas

JUMAT, 29 SEPTEMBER 2017 | 14:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Kesehatan Amerika Serikat Tom Price meminta maaf kepada publik karena telah melakukan perjalanan dinas dengan pesawat pribadi.

Permintaan maafnya itu dikeluarkan selang sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia tidak merasa bahagia dengan kunjungan Price.

Sebuah investigasi yang dilakukan oleh Politico menemukan Price telah melakukan setidaknya 24 penerbangan dengan pesawat pribadi sejak awal Mei dengan membebankan biaya pada pembayar pajak sebesar 300 ribu dolar AS.


Padahal, menurut aturan, pejabat pemerintah Amerika Serikat kecuali yang menangani masalah keamanan nasional,  diminta untuk melakukan penerbangan komersial untuk perjalanan yang berkaitan dengan pekerjaan.

Price yang juga merupakan mantan anggota kongres Georgia mengatakan bahwa dirinya akan mengganti pembayar pajak dan akan menggunakan penerbangan komersial ke depannya.

Ia pun mengatakan akan terus bekerja sama dengan peninjauan kembali masalah ini oleh inspektur jenderal Departemen Kesehatan dan Layanan Manusia (HHS).

"Hari ini, saya akan menulis cek pribadi ke Departemen Keuangan Amerika Serikat untuk biaya perjalanan saya di pesawat charter pribadi. Pembayar pajak tidak akan membayar sepeser pun untuk tempat duduk saya di pesawat tersebut," sambungnya seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya