Berita

Pameran Seni Rupa Resipro(vo)kasi/JPF

Dunia

Gandeng Galeri Nasional, Japan Foundation Gelar Resipro(vo)kasi

JUMAT, 29 SEPTEMBER 2017 | 12:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemikiran kritis publik atas masalah-masalah sosial yang terjadi di sekitar tidak hanya dapat dituangkan dalam bentuk tulisan maupun kata-kata, tetapi juga dalam bentuk karya seni rupa.

Pesan itulah yang hendak disampaikan melalui Pameran Seni Rupa bertajuk "RESIPRO(VO)KASI: Praktik Seni Rupa Terlibat di Indonesia Pascareformasi".

Pameran yang digelar atas kerjasama Japan Foundation Asia Center dan Galeri Nasional Indonesia tersebut merupakan salah satu rangkaian proyek Condition Report, program pengembangan kuratorial Jepang dan Asia Tenggara yang digagas Japan Foundation Asia Center sejak tahun 2015.


Pameran ini dikuratori oleh Bayu Genia Krishbie, salah satu peserta proyek Condition Report sekaligus asisten kurator di Galeri Nasional Indonesia.
RESIPRO(VO)KASI sendiri dapat dimaknai sebagai "resiprokasi dan provokasi" ataupun "provokasi resiprokal", yaitu metode komunikasi dan pertukaran gagasan dua arah secara egaliter antara perupa dan publik yang berrelasi langsung dalam proses penciptaan karya atau peristiwa seni rupa yang seolah saling memprovokasi satu sama lain.

Sejumlah 10 perupa individual dan kolektif akan menampilkan 10 karya dengan pendekatan praktik seni rupa terlibat yang beragam baik medium maupun konteks sosialnya. Presentasinya berupa fotografi, instalasi, objek, dokumentasi video, arsip, dan performance di ruang pameran.

Perupa yang berpartisipasi pada pameran ini adalah Moelyono (Tulungagung �" Yogyakarta), Angki Purbandono (Yogyakarta), Wimo Ambala Bayang (Yogyakarta), Irwan Ahmett (Jakarta), Elia Nurvista (Yogyakarta), Fajar Abadi (Bandung), Vincent Rumahloine (Bandung), Alfiah Rahdini (Bandung), Jatiwangi Art Factory (Majalengka), dan Cut and Rescue (Jakarta).

Pameran ini merupakan salah satu upaya untuk memperkaya pembacaan atas fenomena praktik seni rupa kontemporer di Indonesia. Melalui gagasan-gagasan yang ditawarkan perupa dalam beragam konteks sosialnya, diharapakan pameran ini mampu memberikan gambaran umum sejauh mana perupa merespon kondisi sekitarnya, memantik pemikiran kritis publik atas masalah-masalah sosial kontemporer serta memberikan perspektif yang berbeda dalam memaknai praktik penciptaan karya berbasis proses dan peristiwa sebagai alternatif pengalaman artistik bagi perupa dan pengalaman estetik bagi publik.

Pameran Seni Rupa ini akan berlangsung di Gedung B Galeri Nasional Indonesia pada tanggal 5 hingga 19 Oktober 2017. Demikian seperti keterangan yang diterima redaksi. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya