Berita

Foto/Net

Dunia

Dubes Pardede Tinjau Langsung Potensi Kerjasama Sawit Di Tanzania

JUMAT, 29 SEPTEMBER 2017 | 04:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dubes RI untuk Tanzania, Ratlan Pardede menggelar lawatan ke sejumlah sentra potensi kerjasama sawit di Provinsi Kigoma.

Salah satunya ke perusahaan pemrosesan kelapa sawit berlisensi berbasis di Kigoma, Felisa Company Limited.

Di perusahaan tersebut, Pardede diterima langsung oleh CEO Hamimu Hongo, yang menyampaikan keinginannya untuk mendongkrak produksi kelapa sawit di wilayah Kigoma.


"Kami ingin membawa kelapa sawit Kigoma dari titik rendah menjadi komoditas yang terpercaya. Saat ini 95 persen kebutuhan edible oil Tanzania berasal dari kelapa sawit, dimana 80 persen dipasok oleh Provinsi Kigoma. Produksi Kigoma hanya mencapai 40.000 ton per tahun, jauh di bawah kebutuhan domestik Tanzania," jelas Hongo

Menurutnya, produksi kelapa sawit Kigoma masih rendah karena terkendala rendahnya kualitas benih, penggunaan peralatan pemrosesan yang sederhana, dan ketiadaan sistem pemasaran yang terorganisir.

Menanggapi hal tersebut, Pardede menyampaikan bahwa Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia, perlu menangkap peluang kerjasama tersebut dan berkontribusi dalam peningkatan produksi sawit Tanzania.

"Pengusaha Indonesia dapat berperan dalam memasok benih berkualitas dan peralatan pemrosesan sawit yang modern untuk pasar Tanzania, khususnya Kigoma. Selain itu, pemerintah Indonesia dapat mengirimkan ahli kelapa sawit untuk menularkan keahliannya dalam meningkatkan produksi kelapa sawit di Kigoma," ujar Dubes Pardede dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/9).

Selain meninjau Felisa Company Limited, Pardede juga melakukan kunjungan ke Seed Change, Organisasi Non Profit Australia yang melakukan pembibitan benih sawit Tenera. Ia juga melawat ke Organisasi Pengembangan Industri Kecil (Small Industries Development Organization/SIDO) untuk melihat langsung pengolahan biji sawit menjadi minyak kernel dan sabun.

Peninjauan ketiga sentra potensi kerjasama sawit dilakukan Dubes Pardede sebagai bagian dari program pemetaan potensi daerah Tanzania di Provinsi Kigoma untuk dicocokkan dengan potensi Indonesia.

Dari sentra sawit, Pardede akan melanjutkan peninjauan lapangan ke Kigoma Special Economic Zone untuk melihat langsung potensi pengembangan investasi di wilayah ekonomi khusus tersebut. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya