Berita

Palestina/Net

Dunia

Beroperasi Di Wilayah Pendudukan Israel, PBB Tegur 150 Perusahaan

KAMIS, 28 SEPTEMBER 2017 | 15:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa dilaporkan telah mengancam untuk memasukkan hampir 150 perusahaan Israel dan internasional karena beroperasi di wilayah pendudukan Israel, termasuk Tepi Barat, Yerusalem Timur al-Quds dan Dataran Tinggi Golan.

Harian Israel Haaretz, seperti dimuat ulang Press TV mengutip pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya pada Rabu (27/9) mengatakan bahwa Kepala Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra'ad al-Hussein memberi tahu perusahaan tersebut melalui surat-surat dua minggu yang lalu.

Sebagai tanggapan, beberapa perusahaan meyakinkan Hussein bahwa mereka tidak berencana untuk memperbarui kontrak mereka saat ini.


Surat tersebut mengatakan bahwa karena kegiatan perusahaan di wilayah Palestina yang diduduki, mereka mungkin ditambahkan ke daftar hitam yang disusun oleh PBB dari perusahaan "yang beroperasi bertentangan dengan hukum internasional dan bertentangan dengan resolusi PBB."

Menurut seorang diplomat barat yang tidak disebutkan namanya, lebih dari separuh perusahaan yang menerima surat tersebut adalah orang Israel, hampir 30 orang Amerika dan sisanya berasal dari Jerman, Norwegia dan Korea Selatan.

Salinan surat Hussein dilaporkan dikirim ke negara masing-masing perusahaan dan dilihat oleh kabinet Israel.

Perusahaan-perusahaan tersebut mencakup perusahaan internasional raksasa seperti Coca-Cola, TripAdvisor, Airbnb dan Caterpillar serta perusahaan-perusahaan besar Israel, termasuk raksasa farmasi Teva, perusahaan telepon nasional Bezeq, perusahaan bus Egged, perusahaan air nasional Mekorot dan dua bank terbesar rezim tersebut, Hapoalim dan Leumi.

Pada tahun 2016, Dewan Hak Asasi Manusia PBB memilih, dengan 32 negara mendukung dan 15 abstain, sebuah proposal oleh Otoritas Palestina dan negara-negara Arab untuk mengumpulkan database semua bisnis yang memungkinkan atau mengambil keuntungan dari pembangunan permukiman Israel di wilayah-wilayah pendudukan Palestina. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya