Berita

Antrian panjang di depan Bank/AP

Dunia

Pasca Badai Maria, Ekonomi Puerto Riko Lumpuh Satu Bulan

KAMIS, 28 SEPTEMBER 2017 | 15:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Badai Maria yang menghantam Puerto Riko bukan hanya menyebabkan terputusnya pasokan bahan bakar, gas, air serta listrik, namun juga uang.

Badai dahsyat tersebut mengakibatkan penghentian total ekonomi wilayah Amerika Serikat tersebut yang bisa berlangsung selama berminggu-minggu. Pasalnya tidak ada pasokan keuangan dan banyak orang yang memegang sedikit uang tunai.

Di bank-bank yang masih beroperasi, terdapat antrian panjang karena jam operasional yang berkurang dan ATM yang kekurangan pasokan uang tunai dan listrik.


Selain itu, banyak orang tidak dapat bekerja atau menjalankan usaha mereka karena diesel untuk menjalankan generator tidak mencukupi atau mereka tidak memiliki cukup bahan bakar untuk mengisi kendaraan.

Insinyur Octavio Cortes memprediksi itu hanya akan bertambah buruk karena begitu banyak masalah saling terkait dan tidak dapat dengan mudah dipecahkan.

"Saya tidak tahu seberapa parahnya hal itu akan terjadi," kata Cortes seperti dimuat Associated Press.

Badai Maria, yang mulai merobek-robek pulau itu pada September ini dikategorikan sebagai badai Kategori 4 dengan kekuatan angin 155 meter perjam.

Badai menghancurkan seluruh jaringan listrik saat menggiling rumah, lokasi bisnis, jalan dan peternakan. Sedikitnya 16 orang tewas.

Gubernur Ricardo Rossello mengatakan bahwa hal itu akan menghentikan ekonomi setidaknya selama sebulan.

"Ini adalah bencana terbesar dan terbesar dalam sejarah Puerto Riko, tidak ada, dan ini mungkin merupakan bencana badai terbesar di Amerika Serikat," kata Rossello pada hari Rabu saat dia memberikan bantuan ke kota selatan Salinas. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya