Berita

Interpol/Net

Dunia

Palestina Resmi Jadi Anggota Interpol, Israel Geram

KAMIS, 28 SEPTEMBER 2017 | 13:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Interpol memberikan suara pada hari Rabu (27/9) waktu setempat untuk mengakui Negara Palestina sebagai anggota di majelis umum organisasi polisi internasional di Beijing.

Keputusan tersebut diambil kendati ada keberatan dan upaya Israel untuk menunda pemungutan suara. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Palestina bergabung dengan badan polisi global tersebut bertentangan dengan kesepakatan yang ditandatangani dengan Israel.

Israel berpendapat bahwa Palestina bukanlah negara dan tidak memenuhi syarat untuk bergabung. Dalam kesepakatan damai Israel-Palestina sementara, Otoritas Palestina diberi kekuasaan terbatas di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza.


Sesaat sebelum pemungutan suara di ibukota China, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan upaya Israel untuk menunda pemungutan suara tersebut sampai tahun depan gagal.

Menanggapi putusan itu, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki mengatakan bahwa ada prinsip tegas dari mayoritas anggota Interpol.

"Kemenangan ini dimungkinkan karena posisi berprinsip mayoritas anggota Interpol," kata Riyad al-Maliki dalam sebuah pernyataan seperti dimuat Reuters.

Interpol mengatakan bahwa aplikasi keanggotaan oleh Negara Palestina dan Kepulauan Solomon disetujui pada majelis umum tahunannya lebih dari dua pertiga suara mayoritas. Dengan demikian, organisasi ini sekarang memiliki 192 anggota.

Sebuah tawaran Palestina untuk bergabung tahun lalu, pada sebuah konferensi Interpol di Indonesia, digagalkan oleh hal yang Israel katakan sebagai kampanye diplomatik melawannya.

Pada tahun 2012, Majelis Umum PBB meningkatkan status pengamat Otoritas Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa menjadi "negara non-anggota" dari "entitas" seperti Vatikan.

Langkah tersebut gagal memenuhi keanggotaan PBB, namun memiliki implikasi hukum yang penting dalam memungkinkan Palestina untuk bergabung dengan Pengadilan Pidana Internasional dan badan dunia lainnya. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya