Berita

Foto/Net

Lama Pingsan, Gerakan Mahasiswa Mulai Siuman

BEM Ngumpul Evaluasi Kinerja Jokowi
KAMIS, 28 SEPTEMBER 2017 | 09:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Tanah Air akhirnya siuman. Mahasiswa pun mengagendakan pertemuan nasional di Jakarta, untuk mengkritisi kinerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Untuk menyambut pertemuan nasional, Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Rakyat (AMPERA), yang merupakan kumpulan BEM se-Jakarta Raya juga mengkon­solidasikan diri untuk melakukan evaluasi tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK.

Koordinator Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Rakyat (Ampera) Donny Manurung menyampaikan, tiga tahun pe­merintahan Jokowi-JK sarat dengan ketidaksinkronan janji dengan kinerja.


Janji-janji Jokowi dinilai jauh panggang dari api. Ini yang harus kita evaluasi. "Mahasiswa sudah cukup lama tertidur di era ini, saatnya bangun dan siuman atas semua kondisi ini," tuturnya.

Menurut Ketua BEM Universitas Mpu Tantular ini, di kampusnya di kampusnya pun telah diagendakan pertemuan mahasiswa BEM pada Sabtu (30/9) nanti. "Untuk konsoli­dasi sekaligus memulai gerakan evaluasi terhadap pemerintahan Jokowi ini," ujar Donny.

Dia mengkritisi sejumlah ma­hasiswa BEM yang malah mem­persiapkan agenda perkemahan mahasiswa di Jakarta. "Kemana kalian? Masihkah kau pegang idealisme? Apa kalian sudah ber­damai dengan penguasa? Sejarah membuktikan, mahasiswa seba­gai garda terdepan membangun dan menjaga bangsa ini," tutur Donny.

Menurut dia, sejumlah per­soalan ril yang saat ini sedang dihadapi Indonesia sangat jelas di depan mata. "Mulai perlambatan perekonomian masyarakat, keg­aduhan politik dengan dimuncul­kannya isu-isu tak jelas. Itu semua hanya akal-akalan penguasa demi mengalihkan perhatian agar rejim ini tidak dikritisi," bebernya.

Lebih lanjut, Donny menyam­paikan, persoalan pemberantasan korupsi yang tidak kunjung selesai, dengan tidak tegasnya pemerintah dalam pengusutan kasus korupsi yang melibatkan para petinggi negara, menjadi gambaran nyata bahwa Indonesia sengaja disibukkan untuk hal-hal yang tak fokus.

"Belum lagi, maraknya isu SARA, peringkat daya saing infrastruktur Indonesia juga terus terpuruk, berdasarkan World Economic Forum (WEF) 2016," ujarnya.

Persoalan rakyat lainnya yang digantung-gantung, lanjut Donny, adalah tidak tuntasnya reforma agraria, tidak seimbangnya pembangunan dengan ang­garan negara yang tersedia. "Kegagalan paket ekonomi Jokowi, lambatnya penyelesaian dan penuntasan kasus HAM, hingga terjun bebasnya martabat bangsa dalam pelaksanaan Sea Games," ujarnya.

Yang juga fatal dari kebijakan rejim Jokowi ini, lanjut Donny, Indonesia gagal membangun industri nasional dan memban­gun kapasitas buruh nasional. "Banyak tenaga kerja dari luar negeri, khususnya dari Tiongkok, yang merenggut lapangan kerja Indonesia," ujarnya.

Dari evaluasi mahasiswa, kata Donny, Jokowi juga gagal membangun sistem pendidikan yang sesuai amanat Pancasila dan UUD 1945. "Gagal membangun kesehatan masyarakat, gagal mengatasi kemiskinan dan ketimpangan," tuturnya.

Saat ini, kata dia lagi, merebak isu bahwa penguasa mencoba membungkam kemerdekaan mahasiswa dengan akan diada­kannya Jambore yang akan di­laksanakan Oktober mendatang. "Kegiatan ini terindikasi untuk mengkanalisasi mahasiswa agar berhenti melakukan gerakan massa pada Oktober menda­tang," kata Donny.

Untuk itu, lanjut dia, maha­siswa dan BEM serta masyarakat Indonesia harus bersatu meng­kritisi rejim Jokowi-JK. "Kita harus konsolidasi dan menyatu­kan gerakan ini, melakukan evaluasi yang efektif terhadap pemerintahan Jokowi," pung­kasnya.  ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya