Berita

Politik

Akbar Tanjung: Paham Komunisme Tidak Bisa Mati Begitu Saja

KAMIS, 28 SEPTEMBER 2017 | 08:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Politikus senior Akbar Tanjung mengatakan masyarakat harus tetap waspada terhadap kebangkitan paham atau ideologi komunisme.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar itu kepada wartawan saat berkunjung ke Wisma Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang, Jalan Hang Tuah No.158, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (27/9).

"Komunisme merupakan suatu ideologi yang bisa saja sewaktu-waktu muncul, meskipun Partai Komunis Indonesia (PKI) telah dibekukan oleh pemerintah tetapi yang namanya paham atau ideologi sangat sulit sekali menghilangkannya," ujar Akbar yang juga merupakan mantan Ketua DPR itu.


Selain itu, kata Akbar, suatu paham yang telah menjadi ideologi tidak bisa dihilangkan dengan cepat. Perlu ada tindakan preventif terhadap generasi muda agar mereka tidak ikut serta menyebarkan pemahaman atau gagasan yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

"Ideologi itu tidak bisa mati begitu saja, selagi masih ada orang yang meyakini kebenaran ideologi tersebut maka ia tetap akan ada. Begitu juga dengan komunis. Makanya sangat sulit sekali untuk menghilangkan pemahaman atau ideologi tersebut," ujar Akbar.

"Yang kita cemaskan adalah kebangkitan komunisme, bukan soal PKI ini dijadikan bahan politik atau kepentingan golongan bagi sebagian masyarakat," pungkasnya menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama seperti diibaritakan RMOL Sumbar, Ketua Umum HMI Cabang Padang Nofria Atma Rizki mengatakan, pada Sabtu nanti (30/9), HMI Cabang Padang akan mengadakan acara Mimbar Bebas, Nonton Bersama dan Diskusi Film G30S/PKI di Wisma HMI Cabang Padang.

"Adapun alasan mendasar kita megadakan acara ini adalah untuk mengingatkan bahwa dulu pernah terjadi peristiwa sejarah kelam yang pernah dialami oleh bangsa Indonesia," ujar Rizki. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya