Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) bertekad untuk membiasakan rakyat Indonesia agar tidak alergi dengan syariat Islam.
Penegasan itu sebagaimana disampaikan Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam dalam acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-III sekaligus milad ke-18 di Masjid At-Tin, TMII, Jakarta Timur, Selasa (26/9).
"Kita harus biasakan rakyat Indonesia agar tidak alergi dengan syariat Islam. Syariat Islam sesungguhnya sesuai dengan Pancasila sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam pengertian lain, seluruh nilai-nilai Pancasila tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini yang harus kita perjuangkan," ujarnya.
Usamah kemudian menjelaskan tentang persatuan NKRI berdasarkan Pancasila. Menurutnya, sila yang pertama adalah acuan bagi sila yang lain. Roh dan jiwa Pancasila harus diarahkan pada sila pertama, yang merupakan bagian dari keyakinan umat Islam terhadap Allah SWT dan harus dilaksanakan.
"Selama ini negara hanya menerjemahkan sila kedua, ketiga, dan keempat, sedangkan
hablumminallah (hubungan dengan Tuhan) ini kurang sungguh-sungguh dilaksanakan oleh negara," kata Usamah.
Sementara itu, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang turut hadir dalam acara ini mengaku optimis Parmusi akan mengembalikan nilai luhur Indonesia.
"Mudah mudahan di bawah pimpinan Pak Usamah, kita sungguh-sungguh bisa berkarya memberikan kepada umat Islam yang berkemajuan bisa membangun paradigma baru. Tadi temanya kan mempersatukan, karena sekarang ini nilai-nilai persatuan kebersamaan mulai memudar," ujar Zulkifli Hasan.
Ketua umum PAN ini berpesan kepada Pamusi untuk bisa saling menghargai dengan sesama masyarakat Indonesia, baik itu yang seagama, maupun yang berbeda.
"Satu agama bahkan berbeda agamapun kita harus saling menghormati," tutupnya.
Adapun Mukernas ke-III Parmusi ini mengambil tema "Memperkokoh Pancasila dan NKRI dengan Kewajiban Umat Menjalankan Syariat".
[ian]