Berita

Politik

Parmusi Ingin Rakyat Indonesia Tidak Alergi Syariah

RABU, 27 SEPTEMBER 2017 | 04:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) bertekad untuk membiasakan rakyat Indonesia agar tidak alergi dengan syariat Islam.

Penegasan itu sebagaimana disampaikan Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam dalam acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-III sekaligus milad ke-18 di Masjid At-Tin, TMII, Jakarta Timur, Selasa (26/9).

"Kita harus biasakan rakyat Indonesia agar tidak alergi dengan syariat Islam. Syariat Islam sesungguhnya sesuai dengan Pancasila sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam pengertian lain, seluruh nilai-nilai Pancasila tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini yang harus kita perjuangkan," ujarnya.


Usamah kemudian menjelaskan tentang persatuan NKRI berdasarkan Pancasila. Menurutnya, sila yang pertama adalah acuan bagi sila yang lain. Roh dan jiwa Pancasila harus diarahkan pada sila pertama, yang merupakan bagian dari keyakinan umat Islam terhadap Allah SWT dan harus dilaksanakan.

"Selama ini negara hanya menerjemahkan sila kedua, ketiga, dan keempat, sedangkan hablumminallah (hubungan dengan Tuhan) ini kurang sungguh-sungguh dilaksanakan oleh negara," kata Usamah.

Sementara itu, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang turut hadir dalam acara ini mengaku optimis Parmusi akan mengembalikan nilai luhur Indonesia.

"Mudah mudahan di bawah pimpinan Pak Usamah, kita sungguh-sungguh bisa berkarya memberikan kepada umat Islam yang berkemajuan bisa membangun paradigma baru. Tadi temanya kan mempersatukan, karena sekarang ini nilai-nilai persatuan kebersamaan mulai memudar," ujar Zulkifli Hasan.

Ketua umum PAN ini berpesan kepada Pamusi untuk bisa saling menghargai dengan sesama masyarakat Indonesia, baik itu yang seagama, maupun yang berbeda.

"Satu agama bahkan berbeda agamapun kita harus saling menghormati," tutupnya.

Adapun Mukernas ke-III Parmusi ini mengambil tema "Memperkokoh Pancasila dan NKRI dengan Kewajiban Umat Menjalankan Syariat". [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya