Berita

Ilustrasi/Net

Pertahanan

Simpatisan PKI Bergerak, Pemutaran Film G30S/PKI Terancam Batal

SENIN, 25 SEPTEMBER 2017 | 18:53 WIB | LAPORAN:

Rencana penanyangan film G30S/PKI oleh stasiun televisi swasta TV One terancam batal lantaran diduga mendapatkan tekanan dari pihak-pihak yang tidak suka penayangan film tersebut.

Begitu analisa pengamat politik, Ahmad Baidhowi saat dikontak, Senin (25/9).

Menurutnya, ajakan nobar film G30S yang pertama kali digaungkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pasti akan mendapatkan banyak perlawanan.


"Setelah adanya perintah nobar film G 30S PKI, muncul dengan sendirinya orang-orang yang menentangnya. Patut diduga, orang-orang ini simpatisan PKI. Rakyat bisa menilai sendiri siapa saja mereka, tanpa harus Panglima TNI menunjukkan orangnya,” jelas dia.

Baidhowi menilai, Panglima TNI sedang memainkan taktik yang sangat efektif untuk memberikan informasi kepada rakyat siapa saja pihak-pihak yang menjadi simpatisan PKI saat ini.

"Kalau Panglima menuduh simpatisan PKI tanpa bukti bisa saja dituntut. Tetapi, dengan orang-orang yang protes terhadap nobar, maka rakyat bisa menilai siapa saja simpatisan PKI itu,” jelas dia.

Terlepas dari itu, Baidhowi menilai, antusiasme nobar film G 30S PKI menunjukkan rakyat Indonesia percaya penuh kepada Panglima TNI. "Langkah yang dilakukan Panglima TNI dengan mengajak nobar sudah sangat tepat di tengah krisis ideologi masyarakat,” terangnya.

"Rakyat bersama-sama dengan TNI nobar. Dan rakyat dengan antusias bergotong royong untuk nobar,” papar Baidhowi lagi.

Selain itu, kata Baidhowi, cara Panglima TNI sangat efektif menumbahkan rasa cinta NKRI dan Pancasila tanpa harus menyatakan diri "Saya Pancasila, Saya Indonesia”.

"Yang biasa mengakui paling ber-Bhinneka Tunggal Ika dan membela Pancasila, tak ada suaranya untuk mendukung nobar film ini,” demikian Baidhowi.

Diketahui, dalam pernyataan di twitter TvOne akan menayangkan film tersebut tanggal 29 September 2017. Dikonfirmasi sebelumnya, Pemimpin Redaksi tvOne, Karni Ilyas, belum bisa memastikan kapan film itu akan diputar. "Memang ada rencana menayangkan, tapi belum ada kepastian," kata Karni.

Akhir-akhir ini, film tersebut memang kembali jadi perbincangan. Beberapa sekolah dan kelompok masyarakat juga banyak kembali menggelar nonton bareng film tersebut.

"Jumat, 29 September pukul 21.30 WIB. Eksklusif hanya di tvOne #G30SPKITVONE," tulis akun TV One di Twitter. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya