Berita

Gatot Nurmantyo/Net

Politik

Jenderal Gatot Tidak Tahu Prosedur Pejabat Negara

SENIN, 25 SEPTEMBER 2017 | 08:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin mengatakan pejabat negara dan instansi pemerintahan harus intensif melakukan koordinasi.

Menurut Hasanuddin, kegaduhan terkait pembelian 5 ribu pucuk senjata api secara ilegal, tidak akan terjadi, kalau pejabat negara melakukan koordinasi.

"Seharusnya (Panglima TNI) koordinasikan, kan tinggal telepon ke KaBIN dan Kapolri, kalau hubungan itu baik, dan seharusnya hubungan itu baik donk, wong itu pemerintah, sama-sama pemerintah," kata politisi PDIP ini dalam talk show di salah satu televisi nasional, Senin (25/9).


Setelah itu dilakukan, lajut Hasanuddin, Panglima TNI melapor ke Menko Polhukam. Lalu, mencari solusi atas informasi tersebut benar atau tidak.

"Kalau itu dilaksanakan, tidak gaduh seperti sekarang ini," ujar mantan Sekretaris Militer Presiden ini.

Hasanuddin menambahkan, prosedur pejabat negara adalah hal yang harus dipelajari dan dipegang terlebih dahulu sebelum bekerja.

"Prosedurnya salah," tukas Hasanuddin, menjawab pertanyaan pembawa acara, apakah langkah Panglima TNI yang membuka informasi pembelian 5 ribu ke publik tepat atau tidak.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebelumnya menyatakan ada institusi di luar militer dan Polri yang akan mendatangkan sebanyak 5 ribu pucuk senpi secara ilegal dari luar negeri.

Tapi oleh Menko Polhukam (Jenderal TNI (Purn) Wiranto, informasi yang betul senjata itu adalah 500 senpi bukan 5 ribu senpi. Dan, senpi tersebut buatan Pindad (bukan dari luar negeri) yang diperuntukkan untuk sekolah intelijen BIN. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya