Berita

Pertahanan

50 TKI Ilegal Menuju Batam Digagalkan Tim WFQR Koarmabar

MINGGU, 24 SEPTEMBER 2017 | 11:44 WIB | LAPORAN:

Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melalui Tim Western Fleet Quick Response IV (WFQR IV) Lantamal IV Tanjungpinang kembali menggagalkan penyelundupan TKI.

Kali ini terjaring 50 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal asal Malaysia yang akan menuju Batam, Sabtu (23/9).
 
Puluhan TKI itu terdiri dari 39 laki-laki (38 dewasa dan seorang bocah) serta 11 perempuan (sembilan dewasa dan dua anak-anak) saat diamankan menggunakan speedboat tanpa nama bermesin Yamaha 250 PK 3 dua unit di perairan Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau.


Keberhasilan Tim WFQR IV jajaran Koarmabar tersebut  berkat informasi yang diterima dari masyarakat, tentang adanya speedboat yang akan masuk dari Malaysia dengan tujuan Batam yang diduga membawa narkoba. Speedboat tersebut berangkat dari Pantai Tanjung Sadeli Malaysia.

Berdasarkan informasi tersebut, Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Batam Kolonel Laut (P) Ivong Wicaksono Wibowo, segera memerintahkan Tim WFQR IV Lanal Batam jajaran Koarmabar yang dipimpin Pasintel Lanal Batam Mayor Laut (P) Wijoyo untuk melakukan pengintaian jalur masuk menuju wilayah Batam menggunakan Patkamla Sea Rider 1 Lanal Batam.

Saat proses pengintaian Tim WFQR IV tidak menemukan tanda-tanda speedboat yang melintas sehingga sehingga tim Intel Lanal Batam melanjutkan pengintaian diwilayah perbatasan yang mengarah ke Perairan Lagoi dan Batam.

Selang beberapa saat, terlihat adanya speedboat berkecepatan tinggi melaju dari arah Malaysia menuju perairan Batam, selanjutnya tim melaksanakan pengejaran. Speedboat tersebut berusaha melarikan diri, namun karena kesigapan Tim WFQR IV, Speedboat dapat segera diamankan di sekitar perairan Lagoi Bintan.

Dari hasil pemeriksaan Tim WFQR IV, speedboat tersebut tanpa nama, bermesin Yamaha 250 PK 3 dua unit itu diawaki dua orang ABK berinisial K dan SE, mengangkut 50 orang TKI Ilegal, serta  Tekong berinisial M. Selanjutnya dari keterangan yang diperoleh, pemilik speedboat tersebut berinisial I.

Selanjutnya speedboat tanpa nama, ABK dan 50 TKI ilegal beserta tekong dikawal menuju Lanal Batam untuk proses lebih lanjut, dan pemeriksaan barang bawaan TKI serta tes urine untuk memastikan tentang adanya dugaan penyeludupan narkoba. Dari hasil tes urine diketahui salah satu ABK berinisial K dan Tekong berinisial M positif menggunakan narkoba jenis ekstasi, sehingga Tim WFQR IV akan melaksanakan pendalam lebih lanjut.[wid]

 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya