Berita

Foto/Net

Nusantara

APPI-BKKBN Teken MoU Pengelolaan Pertumbuhan Kependudukan

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2017 | 08:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) menandatangani naskah kesepakatan bersama (MoU) dengan Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) tentang Pengembangan, Peningkatan, Penggerakan, Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat Untuk Keselamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir dalam Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga, di Jakarta, Rabu (20/9).

Ketua Umum APPI Dr. Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan APPI yang dibentuk pada tahun 1999 dan direvitalisasi pada tahun 2002 sebagai organisasi kemasyarakatan yang non profit dan non politis mempunyai visi yakni terwujudnya keselamatan dan kesejahteraan ibu hamil dan bayi baru lahir.

APPI memiliki misi strategis yakni, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya upaya Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir, Bayi dan Anak Balita (KIBBLA); mempromosikan Keluarga Berencana (KB); membangun jejaring dengan organisasi/lembaga maupun individu di dalam maupun di luar negeri; dan memfasilitasi/berperan sebagai katalisator kegiatan masyarakat dan membangun budaya yang mengarah kepada KIBBLA.


Hemat Giwo, dengan misi yang cukup komprehensif dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang kependudukan dan pembangunan kesehatan, maka APPI perlu mendapatkan kesempatan untuk membuat kesepakatan bersama BKKBN.

Kerjasama APPI-BKKBN untuk mensinergikan program, kegiatan serta fungsi para pihak dalam peningkatan pelaksanaan program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga serta program keselamatan, kesehatan ibu hamil, melahirkan, nifas, bayi baru lahir dan anak.

"Semua ini bertujuan untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera," ujar Giwo.

Adapun ruang lingkup kerjasama APPI-BKKBN meliputi advokasi, komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), sosialisasi, promosi dan konseling, serta peningkatan kompetensi SDM.

Dana Penduduk Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) merilis, jumlah penduduk dunia tahun 2011 telah mencapai 7 miliar jiwa, atau bertambah 1 miliar jiwa hanya dalam waktu dua tahun (tahun 1999 jumlah penduduk dunia sekitar 6 miliar). Hal ini menjadi pemikiran dunia karena penduduk dunia tumbuh dengan cepat. Isu pertambahan jumlah penduduk ini menjadi ancaman terhadap kemungkinan terjadinya ledakan penduduk.

Jelas Giwo yang juga Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) ini, Indonesia merupakan satu dari lima negara penyumbang pertambahan penduduk dunia terbanyak sampai akhir 2050. Keempat negara lain adalah Nigeria, Brazilia, India dan Pakistan.

Menurutnya, keberhasilan program kependudukan dan pembangunan di Indonesia tidak saja bermanfaat bagi kepentingan nasional namun berdampak positif pula pada kondisi kependudukan global.

Hasil sensus penduduk tahun 2010 semakin jelas menunjukkan bahwa pertambahan dan pertumbuhan penduduk di Indonesia meningkat. Untuk Indonesia, selama 10 tahun terakhir, jumlah penduduk bertambah 32,5 juta jiwa, dan rata-rata pertumbuhan 1,49 persen. Apabila laju pertambahan penduduk masih 1,49 persen seperti sekarang, maka jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2045 menjadi 450 juta jiwa. Hal ini berarti, 1 dari 20 penduduk dunia adalah orang Indonesia.

Diungkapkan, pengelolaan pertumbuhan penduduk merupakan persoalan yang mendasar dalam program kependudukan dan pembangunan di Indonesia, disamping persoalan kependudukan lainnya seperti kualitas penduduk, kesehatan, pendidikan, serta migrasi.

"Persoalan kependudukan lain yang cukup berpengaruh terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia adalah keberagaman komposisi penduduk," demikian Giwo Rubianto Wiyogo. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya