Berita

Ilustrasi/Net

Politik

BBM 1 Harga Tidak Berjalan Di Papua, Gapensi Surati Jokowi

MINGGU, 17 SEPTEMBER 2017 | 16:09 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bangunan semen masih menjadi komoditas yang langka di Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Cabang Kabupaten Jayawijaya mencatat bahwa harga semen di pasaran telah mencapai Rp 650 ribu. Selain mahal, semen juga sulit didapat.

Tidak hanya itu, Gapensi mencatat bahwa penetapan harga BBM secara nasional juga tidak berjalan di Pegunungan Tengah.


Semua keluhan itu disampaikan Gapensi kepada Presiden Joko Widodo melalui sebuah surat. Surat ini juga ditembuskan kepada Menteri Perdagangan, Stafsus Presiden, Gubernur Papua, hingga Bupati dan DPRD Jayawijaya

"Karena kami masih membeli solar dengan harga Rp 18.000 per liter. Semua ini telah merugikan kami sebagai kontraktor kecil," jelas Ketua Gapensi Jayawijaya, Fredrik Huby dalam surat tersebut.

Gapensi meminta kepada Presiden Jokowi segera mengutus tim untuk mengecek dan melihat keluhan itu secara riil ke Kabupaten Jayawijaya. Kemudian, tim itu mencari solusi agar cita-cita BBM satu harga yang digagas Jokowi berjalan nyata di lapangan.

"Demikian surat kami, atas dukungan Bapak Presiden Republik Indonesia kami sampaikan terima kasih," tutup surat tersebut. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya