Berita

Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan/Puspen TNI

Pertahanan

Kasum TNI Gelar Pertemuan Bilateral Di Konferensi CHODs

SABTU, 16 SEPTEMBER 2017 | 12:39 WIB | LAPORAN:

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengikuti Konferensi Chiefs of Defense (CHODs)/Panglima Angkatan Bersenjata di Hotel Fairmont Empress, Victoria BC Kanada, baru-baru ini.

Konferensi CHODs tahun 2017 dengan tema “The Future Security Environment Challenges, Complexity and Cooperation” diikuti oleh oleh 27 negara, yaitu Amerika Serikat, Australia, Bangladesh, Brunei Darussalam, Kanada, Cili, Cina, Kolombia, Fiji, Indonesia, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Mongolia, Nepal, Selandia Baru, Pakistan, Papua Nugini, Peru, Perancis, Singapura, Srilanka, Thailand, Timor Leste dan Vietnam.

Konferensi CHODs 2017 adalah forum berskala multinasional dan multilateral yang bersifat strategis dengan mengangkat tiga topik yaitu Trend in the Indo-Asia Pacific, Countering and Preventing Violent Extremism, dan Peace Support Operations.  
Konferensi ini merupakan bagian dari kerja sama keamanan yang bertujuan untuk meningkatkan saling pengertian dalam hubungan pertahanan militer guna menjaga stabilitas keamanan kawasan.

Konferensi ini merupakan bagian dari kerja sama keamanan yang bertujuan untuk meningkatkan saling pengertian dalam hubungan pertahanan militer guna menjaga stabilitas keamanan kawasan.

Kegiatan tahunan CHODs merupakan sarana yang tepat dan strategis dalam menjalin komunikasi dan tukar menukar informasi termasuk penyampaian sikap dan pandangan Indonesia dalam hal ini TNI pada berbagai masalah dan isu keamanan yang berkembang di kawasan Asia Pasifik.

Disela-sela pelaksanaan Konferensi CHODs Tahun 2017, Kasum TNI Didit berkesempatan melaksanakan multilateral meeting dan bilateral meeting dengan pejabat/pimpinan Angkatan Bersenjata dari beberapa negara peserta, yaitu dengan Panglima US PACOM, Panglima Angkatan Bersenjata Australia, Selandia Baru, Pakistan, Perancis, Korea Selatan, Jepang, Inggris dan Kanada serta Kasal Malaysia.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya