Berita

Theresa May/net

Dunia

London Diserang, Theresa May Pimpin Rapat Darurat

JUMAT, 15 SEPTEMBER 2017 | 16:47 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Juru bicara Perdana Menteri Inggris mengatakan bahwa PM Theresa May terus menerima kabar terakhir dari situasi pasca ledakan di Parsons Green.

Theresa May juga dikabarkan bakal memimpin rapat komite darurat Cobra, Jumat siang, untuk membahas insiden yang disebut sebagai aksi terorisme itu.

Saksi mata, Lukas, mengatakan kepada BBC bahwa awalnya ada semacam ledakan keras di dalam Tube dan membuat semua orang berebutan keluar.


"Saya pasti melihat beberapa orang dengan luka bakar. Ada orang-orang di lantai, semua seperti saling menjatuhkan hanya mencoba keluar secepat mungkin dan ada banyak orang menangis dan gemetar ," kata Lukas.

Dia menambahkan bahwa ada banyak orang yang terpincang-pincang dan berlumuran darah. Barang-barang mereka juga berjatuhan.

Sebuah ledakan terjadi di kereta bawah tanah atau Tube London, pada Jumat pagi waktu setempat.

Koordinator Nasional Inggris untuk penanganan kontraterorisme, Neil Basu, telah menyatakan kejadian itu sebagai insiden terorisme.

BBC dan Washington Post melaporkan, ledakan itu terjadi pada pukul 8:20 pagi saat kereta meninggalkan stasiun Parsons Green, barat daya London.

Seorang reporter untuk harian komuter yang berada di tempat kejadian melaporkan bahwa beberapa orang alami luka bakar parah. Ia melihat wanita dibawa pergi memakai tandu dengan luka bakar di wajahnya.

Kekerasan terorisme telah terjadi berturut-turut di Inggris sejak 7 Juli 2005 ketika pelaku bom bunuh diri memicu ledakan di kereta bawah tanah dan sebuah bus tingkat di London, menewaskan 52 orang dan melukai puluhan lainnya.

Serangan hari ini menimbulkan kekhawatiran bahwa militan teroris menargetkan lagi Tube atau sistem kereta bawah London. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya