Berita

Foto/RMOL

Hukum

Kuasa Hukum Elza: Laporan Akbar Faizal Tidak Bisa Dilanjutkan

JUMAT, 15 SEPTEMBER 2017 | 14:10 WIB | LAPORAN:

. Tim kuasa hukum Elza Syarief akan kembali bertandang ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta perlindungan terhadap kliennya.

"Kita akan ke KPK lagi untuk meminta perlindungan hukum," kata kuasa hukum Elza, Vidi Galenso Syarief di kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (15/9).

Baca: Senin Depan, Elza Tidak Bisa Penuhi Undangan Polisi Terkait Laporan Akbar


Menurutnya, KPK dan Polri sebelumnya sudah bersepakat agar saksi dari komisi antirasuah tidak bisa diperkarakan.

"KPK dan Polri sudah ada MoU," ungakp Vidi Galenso.

Anggota Komisi III DPR RI Akbar Faizal sebelumnya melaporkan Elza Syarief ke Bareskrim Polri karena tuduhan memberikan kesaksian palsu di hadapan penyidik dan persidangan pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada 21 Agustus 2017 lalu. Elza diduga telah melanggar Pasal 242 KUHP, Pasal 22 UU 31/1999 juncto UU 20/2001, Pasal 317 KUHP dan Pasal 318 KUHP, Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP.

Akbar mengatakan laporan dibuat setelah somasi yang dilayangkan kepada Elza tertanggal 22 Agustus 2017 tidak mendapatkan tanggapan dalam kurun waktu tiga kali 24 jam.

Akbar merasa Elza telah memberikan kesaksian palsu dalam persidangan dengan kasus KTP-el dengan terdakwa politikus Partai Hanura, Miryam S Haryani. Akbar meminta Elza mempertanggungjawabkan pernyataannya di depan pengadilan yang menyebutkan bahwa dirinya menekan Miryam.

Dijelaskan Vidi Galendo bahwa sebelumnya, majelis hakim Tipikor sudah menyatakan bahwa keterangan Elza dalam persidangan sebelumnya sudah sah. Artinya, kepolisian tidak berwenang memeriksa kliennya.

"Laporan AF (Akbar Faizal) ini tidak bisa dilanjutkan," tegasnya.

Adapun Elza Syarief juga sudah pernah meminta perlindungan ke tim hukum KPK. Ketika itu Elza meminta perlindungan KPK karena merasa ada ancaman terhadapnya. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya